Sebagaimana yang telah kita pelajari, agama Islam berpusat pada penyembahan keilahian yang bernama “Allah”. Para Muslim mengklaim bahwa pada jaman pra-Islam pun, Tuhannya Alkitab adalah Allah itulah, yang selalu disembah secara berkesinambungan oleh para pemuka agama, nabi-nabi, dan para rasul yang terdapat dalam Alkitab.
Umat Islam mengakui pentingnya suatu kontinuitas dalam usaha mereka untuk membawa umat Yahudi dan Kristen masuk Islam. Jikalau “Allah” betul merupakan keterusan dari pewahyuan ilahi didalam Alkitab, tentunya agama Islam itu juga merupakan agama kelanjutannya Alkitab. Jadi kita semua seharusnya menjadi orang-orang Muslim. Namun, sebaliknya, jika Allah itu ternyata adalah nama dewa kafir jaman pra-Islam, maka pokok pengakuan umat Muslim tersebut otomatis salah kaprah.
Pengakuan-pengakuan religious sering tidak dapat dipertahankan akibat bukti-bukti arkeologi. Maka, daripada berspekulasi yang tidak juntrung mengenai masa lalu, lebih baik kita merujuk pada ilmu pengetahuan untuk mencari bukti-bukti yang dapat mengungkapkan kebenarannya.
Sebagaimana yang akan kita lihat, bukti-bukti keras yang ada menunjukkan bahwa Allah adalah dewa pagan/ Allah adalah dewa-bulan yang kawin dengan dewi-matahari, dan bintang-bintang adalah anak-anak perempuan mereka. Read the rest of this entry »