<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Menyatakan Kebenaran ISLAM kepada MUSLIM</title>
	<atom:link href="http://islamicinvasion.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://islamicinvasion.wordpress.com</link>
	<description>Mencerahkan-Membangun-Membuka Cakrawala</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 13:39:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='islamicinvasion.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Menyatakan Kebenaran ISLAM kepada MUSLIM</title>
		<link>http://islamicinvasion.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://islamicinvasion.wordpress.com/osd.xml" title="Menyatakan Kebenaran ISLAM kepada MUSLIM" />
	<atom:link rel='hub' href='http://islamicinvasion.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Daftar 50 Negara Penganiaya Tertinggi Terhadap Kekristenan</title>
		<link>http://islamicinvasion.wordpress.com/2012/01/12/daftar-50-negara-penganiaya-tertinggi-terhadap-kekristenan/</link>
		<comments>http://islamicinvasion.wordpress.com/2012/01/12/daftar-50-negara-penganiaya-tertinggi-terhadap-kekristenan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 00:01:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islambertobat</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[TERORISME]]></category>
		<category><![CDATA[Daftar Negara Tertinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Penganiaya Kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamicinvasion.wordpress.com/?p=903</guid>
		<description><![CDATA[Perisai.net- SEMAKIN meningkatnya jumlah penganiayaan umat Kristen di dunia oleh negara dan kelompok-kelompok anti-Kristen dari tahun ke tahun. Diperkirakan 100 juta orang Kristen di seluruh dunia mengalami berbagai bentuk penganiayaan termasuk interogasi, penyiksaan, penahanan, hingga pembunuhan akibat mempertahankan iman mereka dalam Kristus. Jutaan lainnya menghadapi diskriminasi dan pengucilan. Hal ini membuat organisasi pelayanan dan kemanusiaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=903&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://perisai.net/berita/inilah_daftar_negaranegara_tertinggi_dalam_penganiayaan_terhadap_kekristenan#axzz1j90hTpfE"><img class="alignright" src="http://perisai.net/images/artikel/20120110224728_inilah_daftar_negaranegara_tertinggi_dalam_penganiayaan_terhadap_kekristenan.png" alt="" width="309" height="180" />Perisai.net</a>- SEMAKIN meningkatnya jumlah penganiayaan umat Kristen di dunia oleh negara dan kelompok-kelompok anti-Kristen dari tahun ke tahun. Diperkirakan 100 juta orang Kristen di seluruh dunia mengalami berbagai bentuk penganiayaan termasuk interogasi, penyiksaan, penahanan, hingga pembunuhan akibat mempertahankan iman mereka dalam Kristus. Jutaan lainnya menghadapi diskriminasi dan pengucilan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini membuat organisasi pelayanan dan kemanusiaan didunia termasuk Open Doors merasa terpanggil untuk memantau aktifitas terbaru umat Kristen di negara-negara tersebut, sehingga dapat memberitahukan secara rinci, apa saja yang terjadi dengan umat Kristen di negara-negara tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada Rabu (04/01/2012) Open Doors, organisasi pemantau penganiayaan dan kekerasan terhadap umat Kristen ini mengumumkan daftar 50 negara didunia yang paling tinggi melakukan penganiayaan kepada umat Kristen.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut rilis yang Tim PPGI terima dari surel Open Doors Amerika Serikat di Santa Ana, California, peringkat tertinggi dari negara penganiaya, adalah Korea Utara. <span id="more-903"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Negara yang selama 10 tahun ini bertahan pada peringkat pertama &#8216;World Watch List&#8217; ini memiliki aturan yang hanya membolehkan warganya melakukan ritual penyembahan kepada para pemimpin negara ini.</p>
<p style="text-align:justify;">200.000 lebih umat yang ada dinegara ini mengadakan peribadatannya ditempat-tempat rahasia. Sedang kurang lebih 700.000 umat telah ditangkap pemerintah, dan kini masih berada di kamp-kamp penahanan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kematian Kim jong-Il pada akhir bulan lalu dan kekuatan baru dari anaknya Kim Jong-Un dapat mempengaruhi status umat Kristen di Korea Utara, sangat susah untuk menentukan pada masa-masa awal seperti ini&#8221; tulis CEO / Presiden Open Doors USA, Dr Carl Moeller.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Carl, hal ini dapat memperburuk penganiayaan kepada umat Kristen, namun ia juga yakin suatu saat, Korea Utara akan dimenangkan Kristus.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tentu saja, situasi ini sangat buruk bagi umat Kristen. [kami] Mohon berdoa bersama kami, sehingga Tuhan membuka Korea Utara sehingga kebebasan beragama dan beribadah kepada yang Esa, satu-satunya Tuhan, bukannya &#8216;tuhan&#8217; Kim Jong-Il dan Kim Jong-Sung.&#8221; pintanya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Negara-negara Islam</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Hal menarik dari daftar yang disusun secara objektif dan netral ini yakni; meningkatnya penganiayaan umat Kristen di negara-negara mayoritas Islam. Dimana dari 38 negara mayoritas Islam yang masuk dalam daftar 50 negara ini, 9 negaranya berada di peringkat 10 besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Afghanistan (2), Arab Saudi (3), Somalia (5) dan Maladewa (6) adalah negara-negara yang sangat membatasi hak-hak umat Kristen pribumi dalam berbagai bentuk penganiayaan dan pelecehan agama, termasuk juga ditutupnya informasi dan komunikasi terkait umat Kristen di negara itu, sehingga hampir tidak ada lagi kebebasan beragama dan beribadah di negara itu. Hal yang sama juga terjadi di Uzbekistan (7), Yaman (8), Irak (9) dan Pakistan (10).</p>
<p style="text-align:justify;">Terkait &#8216;kepunahan&#8217; umat Kristen di Irak dan Afghanistan, Carl Moeller menyatakan situasi umat Kristen di dua negara itu hanya akan bertambah parah pasca penarikan pasukan militer AS. Sebab janji pemerintah Irak maupun Afghanistan yang bertekad menjaga kaum minoritas di wilayah mereka, tak pernah terbukti.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sayangnya, [membaiknya] situasi umat Kristen di Irak dan Afghanistan hanya janji-janji yang mempertambah krisis.&#8221; ujarnnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, ada juga dua negara-negara Islam yang &#8216;lompat jauh&#8217; peringkat dalam daftar ini yakni Sudan dan Nigeria. Sudan yang pada WWL 2011 berada di peringkat 35, naik ke peringkat 16. Nigeria dari peringkat 23, naik ke peringkat 13.</p>
<p style="text-align:justify;">Potensi meningkatnya tekanan dari ekstrimis Islam di dua negara ini jadi pemicu utama &#8216;lompat jauh&#8217; peringkat kedua negara ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dikatakan, Sudan dan Nigeria yang berada di wilayah yang membatasi Afrika Utara dan Afrika Sub-Sahara di Selatan ini menjadi titik kekerasan dan tekanan dari ekstrimis Islam di utara kepada umat Kristen di Selatan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kabar Baik diantara Kabar Buruk </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong>Di tengah tingginya penganiayaan terhadap umat Kristen di dunia, ada dua kabar baik yang patut disyukuri. Diantaranya peningkatan pertumbuhan gereja dan bertambahnya orang-orang orang yang percaya kepada Kristus.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal inilah yang menghasilkan semakin meningkatnya penganiayaan itu sendiri. Penangkapan Pendeta dan umat Kristen di beberapa negara penganiaya merupakan bukti nyata penentangan dan perlawanan atas meningkatnya kekristenan di negara-negara itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang pastor di Iran menyatakan &#8220;Kami tidak akan bertumbuh, jika kami tidak membayar harga sebagai bukti kesaksian [iman] kami.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Walau pembangunan gereja secara fisik mendapat perlawanan yang luar biasa buruk yang disertai dengan kekerasan, jemaat yang ada tetap mengadakan ibadah di ruang-ruang yang dirahasiakan. Hal ini sangat beresiko, sebab pemerintah yang gencar memusnahkan umat Kristen, memiliki berjuta alasan untuk menyerang dan menganiaya mereka. Namun demikian pertumbuhan umat semakin bertambah.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, di kalangan umat Kristen Timur Tengah. Muncul arus baru Kekristenan yang dinamai &#8216;Gereja untuk Latar Belakang Muslim&#8217;. Gereja ini banyak melayani orang-orang yang baru mengenal dan bersedia memikul salib Kristus. Namun, tersembunyi ditengah penolakan mutlak warga mayoritas itu terhadap Kristen.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka kata Carl, &#8220;Keluar dari kekosongan spiritual mereka, dan kembali kepada iman dalam Yesus Kristus, dengan mengesampingkan resiko mematikan yang mereka hadapi&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Jemaat yang memiliki sebutan &#8216;Pengikut Rahasia (Secret Believer)&#8217; ini mempertahankan iman Kristen mereka didalam hati. Sedang atribut yang melekat ditubuh mereka dipakai selayaknya warga biasa negara. Arus baru ini mulai menjadi ketakutan mayoritas kristenphobia sebab mereka menganggapnya sebagai ancaman iman mereka sehingga patut dibasmi.</p>
<p style="text-align:justify;">World Watch List (WWL) dibuat berdasarkan kuisoner yang dikembangkan Open Doors. Dalam mengukur tingkatan penganiayaan umat Kristen di lebih dari 60 negara, kuisioner tersebut diisi oleh anggota-anggota Open Doors yang berada di masing-masing negara. Hasil kuisioner kemudian dibandingkan dengan penilaian silang para pakar independen dari beberapa organisasi pengawas lainnya, yang menghasilkan nilai akhir. Lalu, nilai dari negara-negara tersebut disusun berdasar peringkat yang ada. []</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut daftar lengkap dari 50 negara dari World Watch List 2012</p>
<p style="text-align:justify;">1. Korea Utara<br />
<strong>2. Afghanistan</strong><br />
<strong>3. Arab Saudi</strong><br />
<strong>4. Somalia</strong><br />
<strong>5. Iran</strong><br />
6. Maladewa<br />
7. Uzbekistan<br />
<strong>8. Yaman</strong><br />
<strong>9. Irak</strong><br />
<strong>10. Pakistan</strong><br />
11. Eritrea<br />
12. Laos<br />
13. Nigeria<br />
14. Maritania<br />
<strong>15. Mesir</strong><br />
<strong>16. Sudan</strong><br />
<strong>17. Bhutan</strong><br />
18. Turkmenistan<br />
19. Vietnam<br />
20. Cheznia<br />
21. China<br />
22. Qatar<br />
23. Algeria<br />
24. Komoro<br />
25. Azerbaijan<br />
<strong>26. Libya</strong><br />
<strong>27. Oman</strong><br />
<strong>28. Brunei</strong><br />
29. Maroko<br />
<strong>30. Kuwait</strong><br />
<strong>31. Turki</strong><br />
32. India<br />
33. Burma (Myanmar)<br />
34. Tajikistan<br />
35. Tunisia<br />
<strong>36. Syria</strong><br />
<strong>37. Uni Emirat Arab</strong><br />
<strong>38. Ethiophia</strong><br />
39. Djibouti<br />
<strong>40. Yordania</strong><br />
41. Kuba<br />
42. Belarusia<br />
<strong>43. Indonesia</strong><br />
<strong>44. Palestina</strong><br />
45. Kazakstan<br />
<strong>46. Bahrain</strong><br />
47. Kolombia<br />
48. Kirgiztan<br />
<strong>49. Bangladesh</strong><br />
<strong>50. Malaysia</strong> []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamicinvasion.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamicinvasion.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamicinvasion.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamicinvasion.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamicinvasion.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamicinvasion.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamicinvasion.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamicinvasion.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamicinvasion.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamicinvasion.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamicinvasion.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamicinvasion.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamicinvasion.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamicinvasion.wordpress.com/903/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=903&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamicinvasion.wordpress.com/2012/01/12/daftar-50-negara-penganiaya-tertinggi-terhadap-kekristenan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6eeae6d863ea98348b2286860e4974e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islambertobat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://perisai.net/images/artikel/20120110224728_inilah_daftar_negaranegara_tertinggi_dalam_penganiayaan_terhadap_kekristenan.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>50 Buku ISLAM Bermutu Untuk Orang Berbahasa Indonesia</title>
		<link>http://islamicinvasion.wordpress.com/2012/01/10/50-buku-islam-bermutu-untuk-orang-berbahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://islamicinvasion.wordpress.com/2012/01/10/50-buku-islam-bermutu-untuk-orang-berbahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 15:17:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islambertobat</dc:creator>
				<category><![CDATA[BUKU]]></category>
		<category><![CDATA[VIDEO]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Islam Bermutu]]></category>
		<category><![CDATA[Download Buku Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Download Gratis Buku Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Ebooks Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Free Download Ebooks]]></category>
		<category><![CDATA[Free Ebooks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamicinvasion.wordpress.com/?p=900</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=900&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://islamicinvasion.wordpress.com/2012/01/10/50-buku-islam-bermutu-untuk-orang-berbahasa-indonesia/"><img src="http://img.youtube.com/vi/RtSwJsXIa5U/2.jpg" alt="" /></a></span>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamicinvasion.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamicinvasion.wordpress.com/900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamicinvasion.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamicinvasion.wordpress.com/900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamicinvasion.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamicinvasion.wordpress.com/900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamicinvasion.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamicinvasion.wordpress.com/900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamicinvasion.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamicinvasion.wordpress.com/900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamicinvasion.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamicinvasion.wordpress.com/900/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamicinvasion.wordpress.com/900/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamicinvasion.wordpress.com/900/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=900&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamicinvasion.wordpress.com/2012/01/10/50-buku-islam-bermutu-untuk-orang-berbahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6eeae6d863ea98348b2286860e4974e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islambertobat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemuda Papua Siap Menolak dan Melawan Jihad FUI</title>
		<link>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/12/31/pemuda-papua-siap-menolak-dan-melawan-jihad-fui/</link>
		<comments>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/12/31/pemuda-papua-siap-menolak-dan-melawan-jihad-fui/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 09:51:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islambertobat</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[FUI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamicinvasion.wordpress.com/?p=896</guid>
		<description><![CDATA[Perisai.net &#8211; KETUA Forum Gerakan Pemuda Baptis Papua (FGPBP), Turius Wenda mewakili organisasi kepemudaan Kristen di Tanah Papua menyesalkan pernyataan provokatif yang menyesatkan dari Forum Umat Islam (FUI) pada 23 Desember 2011 yang menyatakan akan berjihad untuk &#8216;mempertahankan&#8217; Papua. Menurut Turius, penanganan konflik di Papua sebenarnya dapat di selesaikan oleh pemerintah Indonesia, sehingga tidak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=896&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignright" src="http://perisai.net/images/artikel/20111227212934_pemuda_papua_siap_menolak_dan_melawan_jihad_fui.jpg" alt="" width="320" height="226" /><a href="http://perisai.net/papua/pemuda_papua_siap_menolak_dan_melawan_jihad_fui/#axzz1i6RbzyWZ">Perisai.net</a> &#8211; KETUA Forum Gerakan Pemuda Baptis Papua (FGPBP), Turius Wenda mewakili organisasi kepemudaan Kristen di Tanah Papua menyesalkan pernyataan provokatif yang menyesatkan dari Forum Umat Islam (FUI) pada 23 Desember 2011 yang menyatakan akan berjihad untuk &#8216;mempertahankan&#8217; Papua.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Turius, penanganan konflik di Papua sebenarnya dapat di selesaikan oleh pemerintah Indonesia, sehingga tidak ada organisasi atau lembaga manapun secara sepihak dapat intervensi pemerintah khususnya untuk penyelesaian masalah Papua.<br />
“Harusnya mereka [FUI] mengerti dan memahami akar persoalan Papua. kalau tidak tahu persoalan papua jangan omong sembarangan. karena pernyataan begini bisa berakibat fatal atau mengarah pada konflik SARA atau konflik agama.” ujarnya di Jayapura, pada Senin (26/11/2011).</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu menurutnya, masalah Papua sesungguhnya bukan masalah makan – minum yang sering mereka [FUI] alami di daerah mereka, namun ini adalah masalah ideologi dan sejarah integrasi yang penuh kontrovesi dan muslihat. Sehingga wajar jika masalah Papua tidak bisa menyelesaikan dengan cara – cara kekerasan atau melalu jihad yang sering kali di dengungkan oleh kelompok-kelompok radikal yang bernafsu melakukannya demi cita-citanya membuat negara ini menjadi negara islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Lanjutnya, pernyataan &#8216;berjihad di Papua&#8217; yang di lontarkan Ketua Dewan Penasehat FUI Habib Rizieq Shihab, Muhammad Al Khathath dan Mantan Ketua YLBHI Munarman adalah satu pukulan berat dan pernyataan yang sangat diskriminatif bagi kaum beragama minoritas di Indonesia terutama umat Kristen di Papua.<span id="more-896"></span></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kerukunan umat beragama di Papua sudah terjalin dan terpelihara dari dulu, sehingga siapun yang membongkar dan merongrong kerukunan ini, maka semua orang yang hidup di Papua harus melawan dan menolak isu berjihad seperti statement FUI beberapa waktu lalu.&#8221; tegasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Disayangkan karena pernyataan ini hanyalah komentar tanpa dasar yang dapat memicu sentimen agama. Sentimen ini dapat dilihat dari aksi mereka selama ini di Ambon, Maluku. Isu yang mereka angkat di Maluku adalah aksi yang mereka cap sebagai aksi &#8216;melawan RMS&#8217; yang mereka asosiasikan dengan umat Kristen di Maluku. Apalagi melihat pernyataan mereka yang secara membabi buta menuduh gereja di Papua serta Vatikan sebagai pendukung pelaksanaan referendum Papua.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebab baginya, para tokoh Papua dan tokoh Gereja bersama elemen pencinta perdamaian sedang berupaya untuk menyelesaikan konflik Papua dengan cara damai dan bermartabat, sehingga umat Kristen di Papua tidak akan memberi satu celah untuk menghidupkan lagi cara-cara kekerasan yang hanya merugikan warga Papua. termasuk diantaranya pendekatan jihad islam dan kekerasan militerisme.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemuda Papua siap &#8216;berjihad&#8217;<br />
Dengan tegas Turius Wenda mengatakan, &#8220;jika seruan jihad dan kekerasan direalisasikan di Papua maka para pemuda dari semua elemen umat beragama di Papua akan tegas menolak dan melawan&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami juga menghimbau kepada semua umat beragama di Papua jangan mudah terporvokasi isu SARA dan jihad di Papua, dan diharapkan untuk menciptakan rasa damai dan keamanan setiap dimanapun kita berada, karena Tanah Papua adalah tanah damai.<br />
Senada dengan Turius, Buctar Tabuni, Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyatakan siap berjihad melawan para intoleran yang ingin merongrong kedamaian di Papua.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kami di Papua siap berjihad, apabila Forum Umat Islam mau berjihad di Papua.&#8221; ujarnya via seluler kepada Suara Babtis Papua, pada Selasa, (27/11/2011).<br />
Tabuni menambahkan, pernyataan gila Forum Umat Islam itu akan dilawan agar tidak terjadi Papua. Sebab, kalau terjadi di Papua, maka akan berakibat konflik agama. []</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat Tahun Baru 2012</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamicinvasion.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamicinvasion.wordpress.com/896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamicinvasion.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamicinvasion.wordpress.com/896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamicinvasion.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamicinvasion.wordpress.com/896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamicinvasion.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamicinvasion.wordpress.com/896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamicinvasion.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamicinvasion.wordpress.com/896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamicinvasion.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamicinvasion.wordpress.com/896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamicinvasion.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamicinvasion.wordpress.com/896/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=896&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/12/31/pemuda-papua-siap-menolak-dan-melawan-jihad-fui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6eeae6d863ea98348b2286860e4974e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islambertobat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://perisai.net/images/artikel/20111227212934_pemuda_papua_siap_menolak_dan_melawan_jihad_fui.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sepuluh Alasan Utama Mengapa Islam Bukan Agama Damai</title>
		<link>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/12/18/sepuluh-alasan-utama-mengapa-islam-bukan-agama-damai/</link>
		<comments>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/12/18/sepuluh-alasan-utama-mengapa-islam-bukan-agama-damai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 18:37:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islambertobat</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[Islam Agama Damai]]></category>
		<category><![CDATA[Sepuluh Alasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamicinvasion.wordpress.com/?p=892</guid>
		<description><![CDATA[Kekerasan dalam hidup Muhammad dan Quran  James M. Arlandson Sejak tragedi 9/11, para pemimpin Muslim yang mempunyai akses kepada media nasional mengatakan kepada kita bahwa Islam adalah agama damai dan bahwa kekerasan tidak merepresentasikan esensi dari agama yang diajarkan Muhammad. Bahkan Presiden Bush dan Perdana Menteri Blair mengulangi pernyataan ini, dengan mengatakan bahwa Islam telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=892&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Kekerasan dalam hidup Muhammad dan Quran</strong></p>
<p style="text-align:center;"> <a href="http://www.answering-islam.org/indonesian/islam-dan-terorisme/sepuluh-alasan.html">James M. Arlandson</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2011/12/jihad.jpg"><img class="alignright" title="jihad" src="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2011/12/jihad.jpg?w=360&#038;h=270&#038;h=270" alt="" width="360" height="270" /></a>Sejak tragedi 9/11, para pemimpin Muslim yang mempunyai akses kepada media nasional mengatakan kepada kita bahwa Islam adalah agama damai dan bahwa kekerasan tidak merepresentasikan esensi dari agama yang diajarkan Muhammad.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan Presiden Bush dan Perdana Menteri Blair mengulangi pernyataan ini, dengan mengatakan bahwa Islam telah “dibajak” oleh beberapa orang fanatik yang kejam. Benarkah demikian?</p>
<p style="text-align:justify;">Sayangnya tidak, oleh karena fakta-fakta empiris dan yang telah diteliti dengan sungguh-sungguh dan dengan tidak ragu-ragu mengatakan bahwa Islam sejak mulanya dipenuhi dengan kekerasan – dalam hidup Muhammad sendiri dan juga dalam Qur’an.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dengan demikian, para apologis Muslim ini harus berhenti menyesatkan orang-orang Barat yang tidak mempunyai kecurigaan apa-apa terhadap Islam, dan mereka harus jujur mengenai inti sari agama mereka, sekali dan untuk semuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini <strong>ada sepuluh alasan jelas dan dapat diverifikasi yang menjelaskan mengapa Islam bukanlah agama damai.<span id="more-892"></span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jelas? Untuk mencegah pembelaan standar dan refleksif  yang “keluar dari konteks” dari para apologis Muslim, konteks setiap ayat dalam Qur’an dijelaskan baik dalam artikel ini maupun dalam link-link yang terhubung dengan masing-masing dari ke-10 alasan ini. Tidak ada ayat yang dikeluarkan dari konteksnya, dan terjemahan-terjemahan Muslim digunakan disini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dapat diverifikasi? Para pembaca diajak untuk memperhatikan tiap ayat dalam Qur’an dalam berbagai terjemahan, dengan mengunjungi website <a href="http://www.quranbrowser.com/" target="_blank">www.quranbrowser.com</a> dan memperhatikan referensi-referensi, seperti Sura 61:10-12. (61 adalah nomor bab atau Sura, dan 10-12 adalah ayat-ayatnya).</p>
<p style="text-align:justify;">Namun pertama-tama kita harus menjawab sebuah strategi Muslim. Seorang misionaris Muslim atau polemis yang meyakini bahwa Islam adalah agama yang terbaik di dunia, dan yang ingin agar Islam tersebar ke seluruh penjuru dunia berusaha untuk menolak sepuluh alasan utama ini. Namun berusaha menolak daftar seperti ini sama seperti mengulas buku hanya berdasarkan pada babnya yang terakhir. Si pengulas telah mengabaikan kerja keras yang diperlukan saat membaca semua bab yang ada. Demikian pula si polemis Muslim atau misionaris Islam tersebut telah melompati kerja keras yang ada dalam artikel-artikel pendukung dan link-link yang ada. Kesepuluh alasan utama ini hanyalah sebuah ringkasan dari banyak artikel dan segunung kerja keras dari penulis dan banyak penulis lainnya. Jawaban terhadap kritik Muslim terdapat dalam semua artikel ini. Oleh karena itu kritiknya hampa dan kesarjanaannya dangkal, karena ia tidak menunjukkan adanya kerja keras. Tentu saja ia tidak memahami Alkitab. Ditambah lagi, ia mengecat putih Islam dalam upaya penolakannya itu. Artikel-artikel pendukung akan menunjukkan bagaimana hal itu dilakukan. Sehingga dapat dikatakan bahwa ia mengecat putih Islam secara sengaja ataupun tanpa disadarinya, yang berarti ia tidak tidak mengenal agamanya sendiri atau ia memang mengenal agamanya, namun ia menutup-nutupi agamanya itu. Apapun kasusnya, kebenaran mengenai Islam yang sesungguhnya haruslah dimunculkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>10. Muhammad memberikan julukan terhadap senjata-senjatanya.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tabari (839-923 M) adalah seorang sejarawan Muslim mula-mula yang dipandang sangat terpercaya oleh para sarjana masa kini. Pada kenyataannya, State University of New York Press memilih tulisan sejarahnya untuk diterjemahkan ke dalam 38 volume. (Kita menggunakan The Last Years of the Prophet, terjemahan Ismail K. Poonawala, 9:153-55).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam konteks daftar aset-aset Muhammad pada akhir hidupnya (kuda, unta, domba dsb), Tabari mencatat julukan-julukan untuk senjata-senjata Muhammad.</p>
<p style="text-align:justify;">Muhammad menjuluki ketiga pedang yang dirampasnya dari suku Yahudi Qaynuqa setelah ia mengusir mereka dari Medina pada April 624 M: “Teracung”, “Sangat Tajam”, dan “Maut”. Dua pedang lainnya dari tempat lain dinamainya: “Tajam” dan “Tidak Mau Tenggelam”  (kemungkinan menusuk hingga tenggelam ke dalam tubuh/daging manusia). Setelah Hijrah atau kepindahannya dari Mekkah ke Medina pada 622M, ia mempunyai dua pedang yang dinamai “Tajam” dan “Memiliki Tulang Belakang”. Pedang yang terakhir ini diambilnya sebagai harta rampasan setelah kemenangannya pada Perang Badr di bulan Maret 624M.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikutnya, Muhammad mengambil tiga busur dari suku Qaynuqa dan menamai busur-busur itu sebagai berikut: “Sangat baik untuk menenangkan”, “Putih” dan “Sepotong kayu” (sejenis pohon yang biasa digunakan untuk membuat busur).</p>
<p style="text-align:justify;">Nama sebuah jubah mengandung makna “Ketersediaan” atau “Bagian-bagian yang dibuang” kemungkinan besar karena Muhammad gemuk (bdk. Ibn Ishaq, Life of Muhammad, terjemahan Guillaume, h. 383).</p>
<p style="text-align:justify;">Terakhir, bahkan Muhammad sendiri mempunyai julukan. Setelah Tabari membuat daftar yang positif, kenyataannya ia memberikan satu julukan yang tidak terlalu positif: “Orang yang menghapus/menghilangkan”.</p>
<p style="text-align:justify;">Para apologis Muslim mungkin akan keberatan dengan mengatakan bahwa Tabari tidak berotoritas (kecuali ketika ia menampilkan Muhammad sebagai pahlawan atau berkemenangan) dan bahwa ia tidak berada pada level yang sama dengan Qur’an dan beberapa Hadith (perkataan dan perbuatan Muhammad di luar Qur’an). Ini benar. tetapi para apologis Muslim masih harus menjawab mengapa tradisi seperti menamai senjata berkembang di seputar Muhammad. Lagi pula, kemudian tradisi-tradisi yang tidak memiliki otoritas mengenai Kristus juga berkembang, namun semua itu tidak menunjukkan bahwa Ia memiliki senjata, apalagi menamainya. Jawaban untuk pertanyaan ini mengenai Muhammad terdapat dalam kesembilan alasan berikut.</p>
<p style="text-align:justify;">Artikel ini (<a href="http://www.answering-islam.org/Authors/Arlandson/sword2.htm">This article</a>) menjelaskan sikap Kristus terhadap pedang dengan lebih jelas, demikian pula yang satu ini (<a href="http://www.answering-islam.org/Authors/Arlandson/sword.htm">This one</a>). Tentu saja Ia tidak pernah menyukai pedang atau menjulukinya, memamerkannya dengan bangga, dan mendapatkan kesenangan dengan pedang.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka, kekerasan bertahta di hati Islam mula-mula – dalam hidup Muhammad. Oleh karena itu Islam bukanlah agama damai.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>9. Muhammad memerintahkan dalam Qur’annya bahwa pria dan wanita yang berzinah harus dihukum seratus kali cambukan.</strong></p>
<div style="text-align:justify;">
<p>24:2 Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya  mencegah kamu untuk (mejalankan agama) Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman  (bdk. MAS Abdel Haleem, The Quran, New York: Oxford UP, 2004).</p>
</div>
<p style="text-align:justify;">Konteks historis dari Sura ini terjadi pada penyerangan sebuah suku pada Desember 627 atau Januari 628, dimana ketika itu Muhammad membawa istri kesayangannya dan yang termuda, yaitu Aisha, yang juga adalah putri dari Abu Bakr, letnan kepercayaannya. Setelah kemenangan orang-orang Muslim, mereka kembali ke Medina, 150 mil ke arah utara. Pada perhentian mereka yang terakhir, Aisha menjawab “panggilan alam” (buang hajat), namun ia kehilangan kalungnya dalam kegelapan, saat pasukan sedang mengemasi perkemahan dan hendak melanjutkan perjalanan di pagi hari. Ia pergi mencari kalungnya, dan menemukan kalung itu. Sementara itu, orang yang bertugas menuntun untanya beranggapan bahwa ia ada dalam tandunya, lalu ia menuntun unta itu pergi. Sekembalinya dari mencari kalungnya, Aisha mendapati bahwa ia telah ditinggalkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun demikian, seorang pria muda Muslim yang tampan bernama Safwan melihatnya dan menemaninya kembali ke Medina, walaupun baik orang Muslim dan para lawan Muhammad mulai bergosip ketika melihat dua orang muda ini memasuki kota bersama-sama. Pada akhirnya, turunlah wahyu yang mengatakan bahwa Aisha tidak melakukan kesalahan moral apapun.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka, Sura 24 menetapkan beberapa aturan dasar terhadap perzinahan, dimana hukum cambuk 100 kali adalah salah satunya. Mengherankan sekali, Sura 24:2 menganjurkan para penuduh dan para hakim agar tidak membiarkan belas kasihan menghalangi mereka dari melaksanakan hukum-hukum Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih jauh lagi, tradisi-tradisi mula-mula dan yang dapat dipercayai menggambarkan Muhammad dan orang-orang Muslimnya melempari pria dan wanita yang berzinah dengan batu, seperti yang dicatat oleh dua kolektor dan editor haditha yang sangat dipercayai, yaitu Bukhari (810-870 M) dan  Muslim (kira-kira  817-875 M):</p>
<p style="text-align:justify;">Umar berkata: Allah telah mengutus Muhammad dengan kebenaran dan menurunkan Kitab [Quran] kepadanya, dan ayat melemparkan batu, termasuk ke dalam wahyu yang diturunkan oleh Allah Yang Maha Tinggi. Utusan Allah  [Muhammad] telah memerintahkan agar orang dilempari dengan batu sampai mati, dan kita telah melakukannya juga sejak kematiannya. Rajam batu adalah kewajiban yang ditetapkan oleh Kitab Allah bagi pria dan wanita yang sudah menikah yang melakukan percabulan jika ada buktinya, atau jika ada kehamilan, atau sebuah pengakuan (Muslim no. <a href="http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/muslim/017.smt.html#017.4194" target="_blank">4194</a>)</p>
<p style="text-align:justify;">Umar adalah letnan kepercayaan Muhammad (bersama dengan Abu Bakr), dan bahkan tidak lama setelah kematian Muhammad ia berusaha sangat keras untuk memasukkan sebuah ayat yang mengijinkan rajam batu ke dalam Qur’an, namun ia tidak berhasil (Ibn Ishaq, Life of Muhammad, terjemahan Guillaume, h. 684). Perhatikanlah, Hadith ini dan yg berikutnya memberi dasar bagi banyak orang Muslim dewasa ini untuk melakukan rajam batu, seperti yang terlihat disini: [<a href="http://www.jamiat.org.za/aj/local/stoning.html" target="_blank">1</a>], [<a href="http://www.iranian.ws/iran_news/publish/printer_4981.shtml" target="_blank">2</a>], [<a href="http://www.awakenedwoman.com/wfafi_stoning.htm" target="_blank">3</a>], [<a href="http://www.al-sunnah.com/ten.htm" target="_blank">4</a>].</p>
<p style="text-align:justify;">Boleh jadi Hadith yang paling menggelisahkan adalah yang berikut ini. Seorang wanita menemui nabi dan meminta penyucian (dengan dihukum karena dosa-dosanya). Nabi mengatakan padanya untuk pergi dan meminta pengampunan Tuhan. Empat kali ia berkeras dan mengakui bahwa kehamilannya adalah akibat dosa percabulan. Nabi mengatakan padanya untuk menunggu sampai ia melahirkan. Kemudian nabi mengatakan bahwa komunitas Muslim harus menunggu sampai ia menyapih anaknya. Ketika tiba harinya anak itu diberi makanan padat, Muhammad menyerahkan anak itu kepada komunitas dan memerintahkan agar wanita itu dihukum mati dengan rajam batu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan ketika ia telah memberi perintah atas wanita itu dan wanita itu dikubur hingga ke dadanya, ia memerintahkan orang-orang untuk melempari wanita itu dengan batu. Khald b. al-Walid maju menggengam sebuah batu dan melempari kepalanya, dan ketika darah wanita itu memerciki wajahnya, ia mengutuki wanita itu (Muslim, no. <a href="http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/muslim/017.smt.html#017.4206" target="_blank">4206</a>).</p>
<p style="text-align:justify;">Memang benar Muhammad mengatakan kepada Khalid agar bersikap lebih lembut, namun seberapa lembut orang harus bersikap saat melempari seorang wanita yang dikubur hingga ke dadanya dengan batu? Apakah batu itu hanya boleh melayang 30  atau 40 mil per jam? Mungkin Muhammad waktu itu memerintahkan agar Khalid tidak mengutukinya. Kemudian nabi mendoakan jasadnya dan kemudian menguburkannya. Sejujurnya, seberapa efektifkah doa itu sedangkan Muhammad dan komunitasnyalah yang membunuhnya dengan keji? Semestinya mereka mengampuninya dan membiarkan ia mengasuh anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan seandainya beberapa apologis Muslim masa kini tidak menerima hadith-hadith ini, mereka masih harus menjawab mengapa Tuhan sejati memerintahkan penghukuman yang berat dengan cambukan dalam Qur’an  (Sura 24:2), sedangkan Perjanjian Baru tidak berkata apa-apa mengenai hal ini. Oleh karena itu orang-orang Kristen harus menolak ayat ini dengan keras, karena Kristus sendiri mengampuni wanita yang tertangkap basah melakukan perzinahan dan mengatakan padanya untuk pergi dan tidak berbuat dosa lagi (Yohanes 8:1-11). Ia menunjukkan pada kita cara yang lebih baik dan mengajari kita apa kehendak Tuhan yang sejati itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk informasi lebih lanjut mengenai penghukuman itu dan bagaimana penerapannya pada masa kini, anda dapat melihatnya di: Artikel ini (<a href="http://www.answering-islam.org/Authors/Arlandson/flogging.htm">this article</a>), yang juga menjawab para apologis Muslim dan menjelaskan Yohanes 8:1-11 dengan lebih menyeluruh.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, kekerasan yang keji bertahta di dalam hati Islam mula-mula – dalam hidup Muhammad dan dalam Qur’annya. Oleh <strong>karena</strong> itu Islam bukanlah agama damai.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>8. Muhammad dalam Qurannya mengijinkan para suami untuk memukuli istri-istri mereka.</strong></p>
<div style="text-align:justify;">
<p>Sura 4:34 Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar (Haleem).</p>
</div>
<p style="text-align:justify;">Ayat ini ditulis dalam konteks historis Perang Uhud (Maret 625 M), dimana Islam kehilangan 70 pejuang sucinya. Ayat ini termasuk ke dalam kumpulan ayat yang lebih besar yang menekankan hukum-hukum untuk keluarga, seperti bagaimana membagi harta warisan dan bagaimana menangani aset-aset yatim piatu (ayat 1-35).</p>
<p style="text-align:justify;">Jelasnya, Sura 4:34 memerinci bahwa para suami boleh memukuli istri-istri mereka jika si suami “mengkuatirkan” ketaatan mereka, terlepas dari apakah si istri memang benar-benar tidak taat atau tidak. Ini membuat interpretasi terhadap tingkah laku para istri hanya berdasarkan penilaian suaminya, dan hal ini membuka lebar pintu penyiksaan. Ayat ini adalah bukti nyata kemunduran sosial budaya besar-besaran dan harus ditolak oleh orang-orang yang waras dan memiliki rasa keadilan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hadith  mengatakan bahwa para wanita Muslim pada masa Muhammad menderita kekerasan dalam rumah-tangga akibat konteks hukum-hukum pernikahan yang membingungkan:</p>
<p style="text-align:justify;">Bukhari melaporkan insiden mengenai para istri dalam komunitas Muslim mula-mula dalam konteks kekacauan pernikahan dan hukum-hukum pernikahan kembali yang janggal:</p>
<div style="text-align:justify;">
<p>Rifa’a menceraikan istrinya lalu ‘AbdurRahman bin Az-Zubair Al-Qurazi menikahi wanita itu. ‘Aisha mengatakan bahwa wanita itu (datang), mengenakan kerudung hijau (dan mengeluh kepadanya (Aisha) mengenai suaminya dan menunjukkan padanya lebam biru kehijauan di kulitnya bekas pukulan). Sudah menjadi kebiasaan para wanita untuk saling memberi dukungan, maka ketika Rasul Allah datang, ‘Aisha berkata, “Belum pernah kulihat ada perempuan yang begitu menderita seperti wanita yang beriman ini. Lihatlah! Kulitnya lebih hijau daripada pakaiannya!” (<a href="http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/072.sbt.html#007.072.715" target="_blank">Bukhari</a>, penekanan ditambahkan).</p>
</div>
<p style="text-align:justify;">Hadith ini menunjukkan Muhammad memukuli Aisha, istri yang dinikahinya ketika Aisha masih kanak-kanak (lihat aturan no.1, di bawah),  putri Abu Bakr, sahabat yang sangat dipercayainya:</p>
<div style="text-align:justify;">
<p>“Ia [Muhammad] memukul aku [Aisha] di dada dan itu membuat aku kesakitan.” (Muslim no. <a href="http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/muslim/004.smt.html#004.2127" target="_blank">2127</a>)</p>
</div>
<p style="text-align:justify;">Untuk analisa yang lebih mendalam mengenai praktek yang menyakitkan ini, lihat: Artikel ini (<a href="http://www.answering-islam.org/Authors/Arlandson/beating.htm">this article</a>), yang mempunyai banyak link dengan diskusi-diskusi modern mengenai kebijakan ini (silahkan lihat hingga bagian terakhir).</p>
<p style="text-align:justify;">Artikel ini (<a href="http://www.answering-islam.org/Silas/wife-beating.htm">This article</a>), walaupun panjang, memberikan analisa yang jelas mengenai pemukulan terhadap istri, menguji Hadith dan sumber-sumber dokumen awal lainnya, dan juga penolakan para polemis Muslim modern. Mid-length artikel ini menjawab  pembelaan Muslim. Artikel ini (<a href="http://www.answering-islam.org/Responses/Osama/women2b.htm">This article</a>) adalah analisa yang luarbiasa mengenai subyek ini, memberikan berbagai terjemahan untuk Sura 4:34. Artikel ini mengutip Hadith dan komentar-komentar klasik dan tidak sepakat dengan pembelaan-pembelaan modern. Akhirnya, Artikel ini (<a href="http://www.faithfreedom.org/Articles/ArabChristian30907.htm" target="_blank">this article</a>) ditulis oleh seorang Kristen Arab, dan merupakan sebuah penelitian yang menyeluruh terhadap Qur’an dan Hadith dan polemik-polemik Muslim, memberikan banyak terjemahan untuk Sura 4:34.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, kekerasan dalam rumah tangga bertahta di hati Islam mula-mula – dalam hidup Muhammad dan Qur’annya. Oleh karena itu Islam bukanlah agama damai.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>7. Muhammad dalam Qur’annya memerintahkan agar tangan pria dan wanita yang mencuri harus dipotong.</strong></p>
<div style="text-align:justify;">
<p>5:38 Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 39 Maka barangsiapa bertobat (diantara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Haleem).</p>
</div>
<p style="text-align:justify;">Tiga bagian dalam Hadith menafsirkan kebijakan Muhammad dan memberikan konteksnya. Ini adalah kompilasi sederhana yang diambil dari Bukhari dan Muslim:</p>
<p style="text-align:justify;">Aisha [istri kesayangan Muhammad] menceritakan Nabi berkata, “Tangan seorang pencuri harus dipotong hanya untuk seperempat dinar dan lebih ” (<a href="http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/081.sbt.html#008.081.780" target="_blank">Bukhari</a> dan perhatikan dua Hadith lainnya berikut ini).</p>
<p style="text-align:justify;">Satu dinar, sebuah kata yang diambil dari denarius orang Roma, bukanlah suatu jumlah yang kecil, namun juga tidak terlalu besar, namun seperempat dinar harganya sama dengan kehilangan satu tangan menurut pandangan Muhammad.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibn Umar mengatakan Nabi memerintahkan pemotongan tangan seorang pencuri yang mengambil sebuah perisai seharga tiga dirham. (<a href="http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/081.sbt.html#008.081.787" target="_blank">Bukhari</a> dan perhatikan tiga Hadith berikut ini)</p>
<p style="text-align:justify;">Perisai itu memang sangat mahal. Kaum miskin dalam pasukan Muhammad tidak sanggup membelinya. Namun apakah satu perisai sama harganya dengan satu tangan (<a href="http://www.answering-islam.org/Authors/Newton/allah.html#theft">equal to a hand</a>)?</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Huraira menceritakan Nabi pernah berkata, “Tuhan mengutuk orang yang mencuri sebutir telur dan memerintahkan agar tangannya dipotong, dan tangan yang mencuri tali juga harus dipotong!” (<a href="http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/081.sbt.html#008.081.791" target="_blank">Bukhari</a>, lihat paralel Hadith ini di: <a href="http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/bukhari/081.sbt.html#008.081.774" target="_blank">here</a>).</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa komentator bergegas mengatakan bahwa “sebutir telur” sebenarnya adalah sebuah ketopong, dan tali yang dimaksudkan adalah tali kapal, yang besar dan mahal. Namun demikian, terjemahan di atas umumnya diterima, dan ini berarti bahwa hukuman itu dapat diberlakukan atas pencurian kecil-kecilan. Tetapi seandainya pun barang-barang yang lebih mahal yang dipersoalkan disini, itu tetap tidak dapat menyamai harga satu tangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk informasi lebih lanjut mengenai praktek mengerikan ini dan konteks historisnya, lihat: Artikel ini (<a href="http://www.answering-islam.org/Authors/Arlandson/hands_off.htm">this article</a>), yang menjawab para apologis Muslim yang berusaha membela praktek ini, dan merupakan kontras antara Kristus dengan Muhammad. Dapat kita katakan disini bahwa Kristus tidak pernah memerintahkan praktek semacam ini. Juga Rasul Paulus mengatakan bahwa orang yang mencuri harus bekerja dengan kedua tangannya agar dapat berbagi dengan orang yang berkekurangan, ia tidak pernah memerintahkan agar tangan pencuri harus dipotong (Efesus 4:28). Dengan demikian Paulus melebihi Muhammad.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah, penghukuman keras dan kejam bertahta di hati Islam mula-mula – dalam hidup Muhammad dan Qur’an. Oleh karena itu Islam bukanlah agama damai.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6. Muhammad membunuh para penyair.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kedua penyair ini merepresentasikan penyair-penyair lainnya dalam masa-masa awal Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Maret  624 M: Uqba bin Abu Muayt</p>
<p style="text-align:justify;">Uqba mengejek Muhammad di Mekkah dan menulis bait-bait hinaan mengenai dia. Uqba ditangkap dalam Perang Badr, dan Muhammad memerintahkan agar ia dieksekusi. “Tetapi siapa yang akan mengurus anak-anak saya, wahai Muhammad?” jerit Uqba dengan pedih. “Neraka”, jawab Nabi dengan dingin. Kemudian pedang salah seorang pengikutnya menebas leher Uqba.</p>
<p style="text-align:justify;">Maret 624 M: Asma bint Marwan</p>
<p style="text-align:justify;">Asma adalah seorang penyair perempuan yang berasal dari suku pagan di Medina, suaminya bernama Yazid b. Zayd.  Ia mengarang sebuah puisi menyalahkan kaum pagan Medina karena menaati seorang asing (Muhammad) dan tidak mengambil inisiatif untuk menyerangnya dengan tiba-tiba. Ketika Nabi mendengar apa yang dikatakannya, nabi berkata, “siapakah yang akan menyingkirkan anak perempuan Marwan bagiku?” seorang anggota suku suaminya menjadi sukarelawan untuk itu, lalu ia menyusup ke dalam rumahnya pada malam hari. Asma mempunyai lima anak, dan malam itu si bungsu sedang tidur di dada ibunya. Si pembunuh pelan-pelan memindahkan anak itu, menarik pedangnya, dan menusuknya, membunuhnya saat ia sedang tidur.</p>
<p style="text-align:justify;">Keesokan paginya, si pembunuh menantang siapa saja untuk membalas dendam. Tidak seorangpun menjawab tantangannya itu, bahkan suaminya pun tidak. Kenyataannya, Islam menjadi sangat kuat di antara sukunya. Sebelumnya, beberapa anggota suku itu telah diam-diam menjadi Muslim kini berani bersikap terang-terangan mengenai keyakinan mereka, “karena mereka melihat kekuatan Islam”, demikianlah ditekankan oleh sumber Muslim mula-mula yang mengisahkan pembunuhan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai tambahan untuk sumber yang mecatat peristiwa-peristiwa ini dan pembunuhan-pembunuhan lainnya, Qur’an juga melaporkan penghukuman-penghukuman keras bagi orang-orang yang mengejek dan menghina (Sura 3:186; 33:57; 33:59-61; dan  9:61-63).</p>
<p style="text-align:justify;">Namun demikian, sekalipun orang-orang Muslim menolak sumber-sumber awal di luar Qur’an yang menceritakan pembunuhan-pembunuhan ini, mereka masih harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Mengapa tradisi semacam itu muncul di sekitar Muhammad dalam sumber-sumber islami? Apakah Muhammad yang membuat laporan-laporan seperti itu? Mengapa sumber-sumber yang tidak asing ini ingin menghadirkan Nabi mereka dalam cara yang “positif”?</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mendapatkan analisa yang lebih mendalam mengenai pembunuhan yang dilakukan Muhammad terhadap para penyair dan bagaimana hal itu membenarkan pembunuhan terhadap para seniman di jaman ini, seniman seperti <a href="http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/europe/3974179.stm" target="_blank">Theo van Gogh</a>, sang pembuat film dari Belanda, lihat juga: Artikel ini (<a href="http://www.answering-islam.org/Authors/Arlandson/dead_poets.htm">this article</a>), yang juga menjawab para apologis Muslim yang berusaha membenarkan kebijakan Muhammad yang mematikan ini, dan ini mengkontraskan kekristenan dengan Islam – Yesus tidak membunuh siapapun, Ia juga tidak memerintahkan hal itu dalam Injil.</p>
<p style="text-align:justify;">Silahkan melihat di: <a href="http://www.answering-islam.org/Silas/abu-afak.htm">here</a>, <a href="http://www.answering-islam.org/Silas/asma.htm">here</a>, <a href="http://www.answering-islam.org/Silas/ashraf.htm">here</a>, dan <a href="http://www.answering-islam.org/Silas/meccan10.htm">here</a> untuk informasi lebih lanjut mengenai tiga pembunuhan terhadap para penyair, juga pembunuhan-pembunuhan lainnya. Halaman ini (<a href="http://www.answering-islam.org/Muhammad/Enemies/index.html">This page</a>) mempunyai beberapa link dengan artikel mengenai bagaimana Muhammad menangani musuh-musuh pribadinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, kekerasan dan pembunuhan yang kejam bertahta di hati Islam mula-mula; dalam hidup Muhammad dan dalam Quran. Oleh karena itu Islam bukanlah agama damai.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. Muhammad dalam Qurannya memerintahkan hukuman mati atau memotong tangan dan kaki jika berkelahi dan merusak negeri.  </strong></p>
<div style="text-align:justify;">
<p>Sura 5:33 Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh dan disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar (bdk. Majid Fakhry, An Interpretation of the Quran, New York: NYUP, 2000, 2004).</p>
</div>
<p style="text-align:justify;">Menurut Hadith, konteks historis ayat-ayat ini adalah “perkelahian” dan “pengrusakan” negeri.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa kepala suku Arab menemui Nabi, namun jatuh sakit oleh karena iklim Medina yang tidak bersahabat, sehingga ia menyarankan pengobatan menurut kepercayaan kuno: minum susu dan air kencing unta. Kemudian, dilaporkan bahwa mereka merasa lebih baik. Namun demikian, untuk beberapa alasan, setelah keluar dari Medina mereka membunuh beberapa gembala Muhammad, menjadi murtad, dan mengusir unta-unta nabi.</p>
<p style="text-align:justify;">Berita ini didengar Nabi, dan ia memerintahkan agar mereka dikejar dan dibawa ke hadapannya. Ia memerintahkan agar tangan dan kaki mereka dipotong, mata mereka dicungkil, dan tubuh mereka dilemparkan ke tanah berbatu dan dibiarkan disana sampai mati.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk informasi lebih lanjut mengenai kebijakan menghukum orang dengan cara demikian di jaman ini berdasarkan Sura 5:33, bahkan tuduhan-tuduhan ambigu seperti kolonialisme, rasisme, dan perpecahan hubungan keluarga, lihat di: sini (<a href="http://www.al-islam.org/al-tawhid/definition-terrorism.htm" target="_blank">here</a>), dan sebagai jawaban untuk para apologis Muslim lihat juga: artikel ini (<a href="http://www.answering-islam.org/Authors/Arlandson/crucify.htm">this article</a>), yang juga mengkontraskan Kristus dengan Muhammad. Artikel yang lebih pendek ini (<a href="http://www.answering-islam.org/Silas/shepherds.htm">shorter article</a>) menjelaskan latar-belakang ayat-ayat dan hukum yang keji ini. Muhammad menyiksa orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, kekerasan keji bertahta di hati Islam – dalam hidup Muhammad dan dalam Qur’an. Oleh karena itu Islam bukanlah agama damai.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Muhammad dengan agresif menyerang karavan-karavan Mekkah.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kurang lebih setahun setelah Muhammad hijrah dari Mekkah ke Medina pada 622 M, ia menyerang karavan-karavan Mekkah enam kali, dan mengutus ekspedisi penghukuman tiga hari jauhnya terhadap satu suku Arab yang  mencuri beberapa unta (atau ternak) Medina yang sedang merumput, sehingga kesemuanya ada 7 kali penyerangan.</p>
<p style="text-align:justify;">W. Montgomery Watt, seorang Barat ahli islamologi yang sangat ternama yang menulis mengenai Muhammad dan yang kedua volume sejarah awal Islam tulisannya (Muhammad at Mecca (1953) dan Muhammad at Medina (1956)) telah luas diterima, mengatakan pada kita mengapa penting memperhatikan masalah geografi:</p>
<div style="text-align:justify;">
<p>Pokok penting yang harus diperhatikan adalah orang Muslim bersikap ofensif. Dengan satu pengecualian ke-7 ekspedisi ditujukan kepada karavan-karavan Mekkah. Situasi geografis sendiri mendukung hal ini. Karavan-karavan dari Mekkah ke Syria harus melewati Medina dan tanjung. Sekalipun mereka berada sedekat mungkin dengan Laut Merah, mereka harus berjalan kira-kira 80 mil dari Medina, dan sementara berada dalam jarak ini dari markas musuh, ini sama dengan dua kali jauhnya dari markas mereka sendiri. (Muhammad at Medina, penekanan ditambahkan, h. 2)</p>
</div>
<p style="text-align:justify;">Harus sangat ditekankan bahwa orang-orang Mekkah tidak pernah mengirim pasukan ke Medina pada waktu itu – mereka melakukannya kemudian ketika mereka telah muak dengan agresi-agresi Muhammad. Memang benar bahwa orang-orang Mekkah mengumpulkan pasukan untuk melindungi karavan-karavan mereka, namun ketika Muhammad menghadapi mereka, mereka berada berhari-hari perjalanan jauhnya dari Medina, seringkali lebih dari 80 mil (Medina dan Mekkah berjarak sekitar 200-250 mil, diperlukan 7-11 hari perjalanan dengan berjalan kaki, kuda atau unta).</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena dua apologis dan sarjana Muslim telah menyesatkan orang ketika mereka mengemukakan bahwa karavan-karavan yang “melewati” Medina, menambahkan bahwa orang-orang Muslim gelagapan mencari rampasan apa saja yang dapat mereka peroleh, sementara orang-orang Mekkah melakukan persiapan perang (Isma’il R. al-Faruqi dan  Lois Lamya’al Faruqi, The Cultural Atlas of Islam, New York: Macmillan, 1986, 134). Sebenarnya, lebih akurat bila mengatakan bahwa orang-orang Muslim menyerang orang-orang Mekkah dengan sangat agresif.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk melengkapi gambaran mengenai ekspedisi, penyerangan dan peperangan dalam masa hidup Muhammad sejak 622 hingga 632 M, Watt menjumlahkan total pengiriman pasukan Muhammad sebanyak 74 kali (Muhammad at Medina, h. 2; 339-43). Semuanya itu bervariasi mulai dari negosiasi-negosiasi (hanya sedikit dibandingkan dengan ekspedisi-ekspedisi kejam), hingga kelompok-kelompok kecil untuk melakukan pembunuhan, hingga penaklukkan Mekkah dengan 10.000 orang jihadis, dan konfrontasi dengan orang-orang Kristen Byzantium (yang tidak pernah muncul), dengan 30.000 pejuang suci ke Tabuk (lihat di bawah).</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mendapatkan catatan yang lebih lengkap mengenai 6 serangan awal yang agresif terhadap karavan-karavan Mekkah, lihat: artikel ini (<a href="http://americanthinker.com/articles.php?article_id=3710" target="_blank">this article</a>), yang menjelaskan dengan lebih menyeluruh mengapa serangan-serangan ini tidak bersifat defensif.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, kekerasan agresi militer bertahta di hati Islam – dalam hidup Muhammad dan dalam Qur’an. Oleh karena itu Islam bukanlah agama damai.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Muhammad dalam Qur’annya menjanjikan taman-taman sensual bagi para martir yang gugur dalam perang suci militer.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam keseluruhan Qur’an, Muhammad menjanjikan para pria dalam komunitas Muslimnya bahwa jika mereka mati karena berperang bagi Allah dan baginya, Allah akan memberi upah bagi mereka Taman yang “kaya/penuh dengan perawan” (Sura 44:51-56; 52:17-29; 55:46-78).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam ayat-ayat Qur’an berikut ini, yang juga mewakili ayat-ayat lainnya (Sura 4:74, 9:111; 3:140-143), kata Arab “jihad” (akarnya adalah j-h-d) adalah sarana atau mata uang yang digunakan untuk menukar hidup di dunia ini dengan hidup yang akan datang dalam sebuah perundingan dagang/ekonomi.</p>
<div style="text-align:justify;">
<p>61:10 Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu <strong>perniagaan</strong>yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? 11 (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad [j-h-d] di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, 12 niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keuntungan yang besar. (Haleem)</p>
</div>
<p style="text-align:justify;">Ayat-ayat ini terdapat dalam konteks sejarah Perang Uhud (625), dimana Muhammad kehilangan 70 orang pejuangnya. Oleh karena itu ia harus membuat kekalahan itu nampak sebagai pengorbanan yang pantas, maka ia merekayasa kematian mereka dalam suatu perundingan dagang (perhatikan kata yang ditulis tebal). Jika para jihadisnya berniaga atau menjual hidup mereka di dunia ini, maka mereka mendapatkan surga islami – ini adalah sebuah kesepakatan yang telah final.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mendapatkan analisa yang lebih mendalam mengenai kemartiran  islami dan bagaimana kemartiran alkitabiah menentang hal itu, lihat: artikel ini (<a href="http://www.answering-islam.org/Authors/Arlandson/death_economy.htm">this article</a>).  “Kemartiran” Kristus di kayu salib membuka jalan ke surga sehingga orang-orang Kristen tidak perlu mati dalam perang suci demi mendapatkan surga.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, ‘kekerasan surgawi’ bertahta dalam hati Islam – dalam hidup Muhammad dan dalam Qur’an. Oleh karena itu Islam bukanlah agama damai.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Muhammad dengan tidak adil mengeksekusi sekitar 600 pria Yahudi dan memperbudak para wanita dan anak-anak.  </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah Perang Parit pada Maret 627 (dinamai demikian karena parit yang digali orang-orang Muslim di sekeliling Medina) melawan sebuah koalisi besar orang-orang Mekkah dan sekutu-sekutu mereka, Muhammad memberlakukan hukuman berat terhadap kaum pria dari klan Yahudi Qurayzah, lawan-lawan Yahudinya yang ketiga dan yang terakhir (ia mengusir suku Qaynuqa pada April 624 dan suku Nadir pada Agustus 625). Suku Qurayzah semestinya tetap netral  dalam Perang tersebut, namun mereka nampaknya telah melakukan intrik dengan orang-orang Mekkah dan hampir menyerang Muhammad dari samping. Mereka dipandang bersalah oleh salah satu dari sekutu Muslim Medina, walaupun Muhammad mestinya dapat menunjukkan belas kasihan, membuang mereka (seperti yang mereka minta darinya), atau mengeksekusi sedikit orang saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Hukumannya:  Mati dengan cara pemenggalan kepala terhadap sekitar 600 orang pria (beberapa sumber islami mengatakan 900), dan memperbudak para wanita dan anak-anak (ia mengambil seorang wanita Yahudi yang sangat cantik sebagai rampasan perang untuk dirinya). Muhammad cukup bijak dengan memerintahkan 6 klan mengeksekusi masing-masing dua orang Yahudi agar menghentikan aksi balas dendam. Pelaksanaan eksekusi selanjutnya kemungkinan besar dilakukan oleh sesamanya para imigran dari Mekkah dan itu berlangsung sepanjang malam.</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi berkata dalam Sura 33:25-26 berikut ini mengenai Perang Parit dan perlakuannya terhadap orang Qurayzah:</p>
<div style="text-align:justify;">
<p>33:25 Dan Allah menghalau orang-orang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apa pun. Dan Allah menghindarkan orang-orang mukmin dari peperangan. Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. 26 Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan. 27 Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. (Haleem)</p>
</div>
<p style="text-align:justify;">Kini kekejaman ini telah ditahbiskan dalam firman Allah yang kekal – dan Qur’an nampaknya merayakan hal itu. Namun pertanyaan-pertanyaan berikut ini harus dijawab: Apakah pertikaian dengan musuh setara nilainya dengan membantai 600 pria dan memperbudak para wanita dan anak-anak? Siapa yang berhak menentukan hal itu? Apakah para kepala suku Arab dengan pasukannya yang perkasa? Inilah yang dikatakan Muhammad kira-kira pada tahun 622 pada masa hijrahnya:</p>
<div style="text-align:justify;">
<p>16:126 Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (Haleem)</p>
</div>
<p style="text-align:justify;">Orang yang waras dan berpikiran terbuka akan menilai Muhammad tidak memberi tanggapan atau keputusan yang tepat untuk mencapai kesepakatan. Bani Qurayzah tidak pernah menyerang orang-orang Muslim, dan seandainya pun ada sedikit orang yang melakukannya, penghukuman yang dijatuhkan tidak sesuai dengan kejahatan yang dilakukan. Oleh karena itu, Muhammad telah bersikap berlebihan dan tidak pada tempatnya karena ia menggunakan hukuman yang tidak dapat dibatalkan untuk mengekspresikan murka manusiawinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mendapatkan kisah selengkapnya mengenai kekejaman ini, lihat: Artikel ini (<a href="http://americanthinker.com/articles.php?article_id=3713" target="_blank">this article</a>). Artikel ini (<a href="http://www.answering-islam.org/Authors/Arlandson/jews.htm">this one</a>) mengupas hubungan Muhammad dengan orang Yahudi, menjawab tanggapan-tanggapan standar orang-orang Muslim terhadap kekejaman nabi mereka yang sama sekali tidak layak dibela (perhatikan “Politik, Peperangan, dan Penaklukkan” no.5). Lihat: Seri artikel-artikel (<a href="http://www.answering-islam.org/Muhammad/Jews/BQurayza/index.html">series of articles</a>) untuk informasi lebih lanjut mengenai kekejaman Muhammad terhadap bani Qurayza. Indeks online (<a href="http://www.answering-islam.org/Index/Q/qurayza.html">online index</a>) menyediakan link-link lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, kekejaman anti Semitis bertahta di hati Islam – dalam hidup Muhammad dan dalam Qur’annya. Oleh karena itu Islam bukanlah agama damai.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Muhammad mengobarkan Perang Sucinya sendiri.  </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam ayat-ayat berikut, Muhammad menggunakan kata Arab qital (akarnya adalah q-t-l), yang berarti berperang, berkelahi, atau membunuh:</p>
<div style="text-align:justify;">
<p>9:29 Perangilah [q-t-l] (dengan senjata) orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (Fakhry)</p>
</div>
<p style="text-align:justify;">Dua klausa yang paling mencolok dalam ayat yang kejam ini adalah: (1) orang-orang yang diberikan Al Kitab (para Ahli Kitab, yaitu orang-orang Kristen dalam ayat ini pada akhir hidup Muhammad) harus diserang jika mereka tidak mengakui agama yang sejati yaitu: Islam. Ini membuka lebar pintu bagi para teroris pada masa kini untuk menyerang dan memerangi orang Kristen karena mereka tidak mengakui/memeluk Islam; (2) orang-orang Kristen harus membayar pajak untuk “hak istimewa” hidup di bawah “perlindungan” Islam – dengan sikap tunduk atau dalam penghinaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Konteks historis Sura 9:29 menceritakan Muhammad mempersiapkan suatu ekspedisi militer terhadap kekaisaran Byzantium pada 630 M, dua tahun sebelum kematiannya oleh karena demam pada 632 M. Sesungguhnya beberapa sarjana menganggap Sura 9 sebagai Sura terakhir yang diwahyukan dari atas. Oleh karena itu, Sura ini menjadi dasar banyak kebijakan Muslim dewasa ini, dan seringkali diinterpretasikan sebagai ayat yang telah menghapus atau membatalkan ayat-ayat terdahulu, bahkan ayat-ayat yang bernada damai.</p>
<p style="text-align:justify;">Muhammad mendengar  kabar burung bahwa orang-orang Byzantium telah mengumpulkan pasukan sekitar 700 mil di utara Tabuk (Arab bagian utara pada masa kini) untuk menyerang Islam, sehingga ia memimpin pasukan yang terdiri dari 30.000 pejuang suci untuk mengadakan serangan balik. Namun demikian, orang-orang Byzantium tidak melakukan apa-apa, maka keyakinan Muhammad terhadap kabar burung yang tidak benar itu ternyata salah dan ekspedisinya tidak menghasilkan buah, kecuali ia berhasil mendapatkan kesepakatan suku-suku Arab Kristen di utara bahwa mereka tidak akan menyerangnya dan komunitasnya. Pasukan tentara yang terdiri dari 30.000 prajurit dari selatan nampaknya telah sangat mengesankan suku-suku utara, sehingga mereka kelihatannya bukan merupakan ancaman besar terhadap Islam. Mereka adalah orang-orang yang membayar pajak “perlindungan” yang disebutkan dalam Sura 9:29 (demikian pula suku-suku dan kota-kota lain setelah kematian Muhammad). Oleh karena itu, pajak yang dipaksakan Muhammad bersifat agresif dan dengan demikian bersifat tidak adil, dan juga tidak bersifat defensif.</p>
<p style="text-align:justify;">Ekspedisi militer Muhammad merupakan suatu bentuk perang suci Islam jauh sebelum Eropa megobarkan perang salib. Lagipula, pada tahun 638, hanya enam tahun setelah kematian Muhammad, pasukan Muslim menaklukkan Yerusalem. Pada jaman sekarang, semestinya orang Muslim tidak boleh mengeluhkan Perang Salib yang dikobarkan orang Eropa, kecuali mereka terlebih dahulu menghentikan Perang Suci mereka sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk informasi lebih lanjut mengenai perang suci Muslim setelah kematian Muhammad serta kekejaman dan motivasi mereka, silahkan memperhatikan artikel-artikel ini: (<a href="http://www.answering-islam.org/Authors/Arlandson/crusades.htm">one</a>, <a href="http://www.answering-islam.org/Authors/Arlandson/ultimate_goal.htm">two</a>).</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, perang suci yang penuh kekerasan bertahta di hati Islam – dalam hidup Muhammad dan dalam Qur’annya – bahkan lebih dalam lagi, hingga mencapai dunia Barat pada masa kini. Oleh karena itu Islam bukanlah agama damai.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa makna ke-10 alasan tersebut bagi kita pada masa kini?  </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kesepuluh aspek kekerasan ini yang telah kita kupas dari dalam hati Islam mula-mula memiliki 8 implikasi bagi kita pada masa kini. Tiga implikasi yang pertama bersifat teologis; sisanya bersifat praktis:</p>
<p style="text-align:justify;">Implikasi-implikasi teologisnya adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama</strong>, seperti yang dikemukakan dalam tiap alasan dalam artikel ini, serta dijelaskan juga secara menyeluruh dalam tiap link, Kristus sama sekali tidak pernah terlibat dalam kekerasan semacam itu. Sebagai contoh, Ia tidak pernah membunuh para lawan-Nya, mencambuk para pezinah, memotong tangan dan kaki para pencuri, atau mengobarkan perang suci-Nya sendiri (apa yang dilakukan oleh orang-orang Eropa pada abad pertengahan sama sekali tidak mempunyai dasar dalam kekristenan). Kristus mengekspresikan kasih Tuhan. Oleh karena itu, orang-orang Kristen dan semua orang yang berpikiran lurus berhak untuk mengajukan pertanyaan apakah Tuhan yang sejati akan mewahyukan Qur’an jika kitab itu mengandung ayat-ayat keji yang dengan nyamannya mendukung kekerasan Muhammad, sedangkan Perjanjian Baru tidak mengajarkan kekerasan seperti itu sama sekali.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua</strong>, orang Muslim percaya bahwa Perjanjian Baru telah dipalsukan, sedangkan Qur’an tidak mempunyai kesalahan. Seandainyapun kita beranggapan bahwa klaim-klaim ini benar hanya demi sebuah argumen (namun sesungguhnya tidak benar sama sekali), maka mengapa para pencari kebenaran yang waras lebih menyukai Qur’an yang lebih mengandung kekerasan “murni” daripada Perjanjian Baru yang penuh damai dan yang telah “dipalsukan”?</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum Muhammad diijinkan untuk melontarkan tuduhan-tuduhan yang tidak substansial mengenai pemalsuan Perjanjian Baru, ia dan Qur’annya harus memberikan suatu ujian yang membumi berkenaan dengan praktek-praktek kekerasan yang dilakukannya. Namun jika ia gagal total dalam tes tersebut, sebagaimana yang ditunjukkan dalam artikal ini, sedangkan Kristus dan Perjanjian Baru lulus tes dengan nilai yang memuaskan. Oleh karena itu, jika Muhammad sangat keliru mengenai hal-hal yang ada dalam hidup sehari-hari seperti mencambuk para pezinah dan memotong tangan para pencuri dan memukuli istri-istri, maka pastilah ia juga keliru mengenai tuduhan-tuduhan tidak mendasar mengenai pemalsuan Perjanjian Baru – dan sesungguhnya ia memang keliru.</p>
<p style="text-align:justify;">Silahkan memperhatikan artikel-artikel yang terdapat dalam halaman-halaman ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut: [<a href="http://www.answering-islam.org/Bible/Text/index.html">1</a>], [<a href="http://www.answering-islam.org/Quran/Bible/index.html">2</a>].</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ketiga</strong>, oleh karena Muhammad yang mengklaim tuntunan ilahi ini sangat keliru mengenai hal-hal yang bersifat praktis, mengapa kita harus mempercayainya soal hal-hal yang bersifat teoritis seperti keilahian Kristus dan Trinitas yang disangkalinya? Jelasnya, ia sama sekali tidak mendapat tuntunan ilahi dalam hal-hal praktis karena Tuhan yang sejati tidak akan merendahkan agama dengan memberlakukan kekerasan yang keji seperti itu enam ratus tahun setelah kedatangan Kristus – jarak historis ini sangat penting. Kristus dan Perjanjian Baru bahkan sama sekali tidak mempunyai satu contoh pun mengenai kekerasan seperti itu. Sekali lagi, jika Muhammad pertama-tama gagal dalam ujian yang biasa-biasa saja, maka pasti ia pun akan gagal dalam pengujian teologis atau teoritis – kita tidak  mempunyai alasan untuk mempercayainya dalam hal doktrin-doktrin yang tinggi seperti itu, terutama karena ia bukanlah seorang teolog dan wahyu-wahyunya kini diragukan secara empiris.</p>
<p style="text-align:justify;">Implikasi-implikasi praktis dari ke-10 alasan diatas adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keempat</strong>, orang Kristen awam yang tidak sungguh-sungguh dalam imannya, dan yang digoda untuk memeluk Islam, harus berhenti dan berpikir sekali lagi. Kristus Putra Tuhan mendemonstrasikan kasih Tuhan (Matius 3:16-17), bukan murka seorang utusan manusia biasa (Sura 3:144). Untuk apa menukar agama Tuhan yang penuh damai dan kasih dengan agama Allah yang penuh kekerasan dan yang asalnya dari manusia biasa?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kelima</strong>, orang-orang Muslim yang fanatik pada masa kini, semata-mata hanya melaksanakan misi nabi mereka. Mengapa kita harus terkejut jika mereka ingin menaklukkan Barat, dalam rangka memaksakan kehendak Allah pada masyarakat non islami? Mereka masih melaksanakan Perang Suci Muhammad dan berusaha untuk menghentikan realita yang terdapat dalam logika sederhana berikut ini:</p>
<p style="text-align:justify;">(1) Jika  A, maka B. Jika Allah memaksakan  Islam, maka Islam harus berkembang dengan tidak berkesudahan.</p>
<p style="text-align:justify;">(2) Tidak B. Tapi tidak berkembang dengan tidak berkesudahan (lihat analisa ini (<a href="http://www.bible.ca/islam/islam-myths-fastest-growing.htm" target="_blank">this analysis</a>)).</p>
<p style="text-align:justify;">(3) Oleh karena itu, tidak A. Dengan demikian, Allah tidak memaksakan Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Logika ini bercokol di hati kaum fanatik, terutama premis yang kedua, sekalipun mereka tidak menyadarinya dalam bentuk logis ini. Apakah yang menghentikan ekspansi Islam yang tidak berkesudahan? Jawabannya adalah: Amerika Serikat dan Negara Yahudi Israel yang ada di jantung Timur Tengah. Golongan yang fanatik masih harus menyingkirkan orang-orang Yahudi, karena dalam tiga kali perang, orang Arab mengalami kekalahan. Negara Yahudi yang non islami dan teramat sangat kecil ini yang berada di dekat mereka menampar muka mereka setiap hari. Bagaimana Allah bisa membiarkan hal ini terjadi? Dengan demikian, premis kedua adalah alasan yang paling utama mengapa mereka meluncurkan serangan-serangan terhadap Amerika dan Barat, juga Israel selama dua dekade terakhir ini dan mengapa Osama bin Laden melakukan penyerangan 9/11. Untuk informasi lebih lanjut mengenai 3 ayat Qur’an yang memprediksi dominasi Islam di seluruh dunia dan yang memberikan motivasi bagi golongan fanatik, silahkan lihat: artikel ini (<a href="http://www.answering-islam.org/Authors/Arlandson/ultimate_goal.htm">this article</a>). Dan untuk informasi lebih lanjut mengenai motivasi bin Laden secara khusus, lihat: di sini (<a href="http://americanthinker.com/articles.php?article_id=3737" target="_blank">here</a>).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keenam</strong>, seperti yang telah dikemukakan dalam introduksi artikel ini, para apologis Muslim yang mempunyai akses kepada media nasional dan yang terus-menerus mengemukakan bahwa Islam adalah agama damai harus berhenti menyesatkan orang-orang non-Muslim yang polos. Pada kenyataannya, Islam bukanlah agama damai. Memang Islam mempunyai saat-saat damai, namun tidak terlalu lama. Muhammad mengutus 74 ekspedisi, penyerangan, dan peperangan hanya dalam kurun waktu 10 tahun (622-632), banyak diantaranya sangat kejam.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ketujuh</strong>, peradaban Barat tidak boleh sekalipun percaya pada kebohongan bahwa hidup Muhammad, Qur’an, dan syariah (hukum yang dibuat berdasarkan Hadith dan Qur’an) mendatangkan kebaikan bagi masyarakat. Sesungguhnya, Islam merepresentasikan banyak langkah mundur yang besar, secara kultural dan sosial. Salah satu dari peristiwa-peristiwa yang paling tragis di dunia Barat dalam tahun-tahun terakhir ini – termasuk peristiwa yang tidak banyak dilaporkan – adalah eksistensi pengadilan Islam di Canada (<a href="http://www.frontpagemag.com/Articles/ReadArticle.asp?ID=13321" target="_blank">Islamic court in Canada</a>). Demikian pula orang-orang Muslim memaksakan berdirinya pengadilan syariah untuk perceraian di Australia (lihat: <a href="http://www.jihadwatch.org/dhimmiwatch/archives/005631.php" target="_blank">in Australia</a>). Pemerintah Kanada harus segera menutupnya, dan Australia sama sekali tidak boleh mengijinkannya. Dan pengadilan seperti itu sama sekali tidak boleh diijinkan untuk eksis di Amerika atau di negara Barat manapun. Syariah sama sekali tidak mendatangkan kebaikan bagi masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya yang <strong>kedelapan</strong>, Islam sama sekali tidak boleh diajarkan di sekolah-sekolah negeri, dari Taman kanak-kanak hingga kelas 11 (<a href="http://www.worldnetdaily.com/news/article.asp?ARTICLE_ID=25997" target="_blank">K through 11</a>). Mungkin  boleh di kelas 12 (kelas 3 SMU), namun dengan satu syarat.  Jika penyelenggara sekolah berkeras mengajarkannya, kekerasan Islam harus dimasukkan ke dalam rancangan pelajaran karena hal itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Islam mula-mula dan hidup Muhammad.</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah tentu,  para apologis Muslim akan mengatakan bahwa kekristenan penuh dengan kekerasan, dan menyebutkan Kaisar Roma Konstantin dan para pejuang Perang Salib abad pertengahan. Namun demikian, sekali lagi saya ulangi, mereka tidak mempunyai dukungan dari kekristenan itu sendiri – yang didukung oleh kekristenan hanyalah Kristus dan Perjanjian Baru. Kristus dan para penulis Perjanjian Baru tidak pernah mempraktekkan atau menganjurkan kekerasan seperti itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sisi lain, Muhammad dan Qur’annya didukung oleh Islam, dan kekerasan memenuhi hidupnya dan halaman-halaman dalam Qur’an.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian, berdasarkan ke-10 alasan yang jelas dan dapat diverifikasi, Islam bukanlah agama damai.</p>
<p style="text-align:justify;">[Perhatikan: artikel ini mempunyai pendamping, yaitu:  <a href="http://www.answering-islam.org/Authors/Arlandson/fruit_inspection.htm"><strong>Does Islam improve on Christianity? — Muhammad fails Jesus’ simple fruit inspection</strong></a>]</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bacaan lanjutan:</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.answering-islam.org/Books/Gairdner/camouflage.htm">Mohammed without Camouflage</a>, ditulis oleh seorang Kristen yang berasal dari generasi terdahulu dan yang sangat mengenal Islam dan menguasai bahasa Arab dengan sangat baik, dan yang mempunyai daftar kejahatan-kejahatan Muhammad. Ini adalah bacaan wajib bagi orang-orang Kristen dan orang-orang Muslim yang berpikiran terbuka.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.opinion.telegraph.co.uk/opinion/main.jhtml?xml=/opinion/2005/07/09/do09.xml" target="_blank">Where is the Gandhi of Islam?</a> Jika Islam adalah agama damai, mengapa Islam tidak menghasilkan jawara-jawara perdamaian yang mendapat banyak dukungan dalam komunitas? Yang kita lihat hanyalah sejumlah kecil orang Muslim yang membuat pernyataan setengah hati setelah ada serangan teror, tapi tidak seorang pun yang mengadakan kegerakan besar dalam komunitas Muslim untuk menyingkirkan dan mengakhiri terorisme, dan dengan konsisten memperjuangkan tujuan ini. Setiap orang Muslim di Inggris harus bekerjasama dengan pemerintah untuk mencari dan menemukan pihak-pihak yang bersalah. Semua orang di setiap mesjid di Inggris dan di Barat dan dimanapun juga harus melaporkan pertemuan-pertemuan kelompok radikal yang dilakukan dalam tempat-tempat ibadah mereka dan yang merencanakan tindak kekerasan. Mengapa mereka tidak melakukannya?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Judul dalam Bahasa Inggris: <a href="http://www.answering-islam.org/Authors/Arlandson/ten_reasons.htm" target="_blank">Top Ten Reasons Why Islam Is Not The Religion of Peace</a></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><a href="http://www.answering-islam.org/Terrorism/index.html">Islam &amp; Terrorism</a></li>
</ul>
<hr />
<p style="text-align:justify;">Hak cipta oleh James Malcolm Arlandson. Pertama diterbitkan di <a href="http://www.americanthinker.com/" target="_blank">www.americanthinker.com</a>, artikel ini sedikit diedit untuk Answering Islam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamicinvasion.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamicinvasion.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamicinvasion.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamicinvasion.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamicinvasion.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamicinvasion.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamicinvasion.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamicinvasion.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamicinvasion.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamicinvasion.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamicinvasion.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamicinvasion.wordpress.com/892/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamicinvasion.wordpress.com/892/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamicinvasion.wordpress.com/892/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=892&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/12/18/sepuluh-alasan-utama-mengapa-islam-bukan-agama-damai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6eeae6d863ea98348b2286860e4974e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islambertobat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2011/12/jihad.jpg?w=360&#38;h=270" medium="image">
			<media:title type="html">jihad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dualisme dalam Quran</title>
		<link>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/11/30/dualisme-dalam-quran/</link>
		<comments>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/11/30/dualisme-dalam-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 00:26:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islambertobat</dc:creator>
				<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[CSI]]></category>
		<category><![CDATA[Dualisme]]></category>
		<category><![CDATA[The Center for the Study of Political Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamicinvasion.wordpress.com/?p=889</guid>
		<description><![CDATA[Bill Warner adalah direktur pusat studi Islam Politis (The Center for the Study of Political Islam – CSPI). Tujuan CSPI adalah untuk mengajarkan doktrin Islam politis lewat buku-bukunya kini telah menghasilkan sejumlah serial. http://www.cspipublishing.com Ini yang Dikatakannya: CSPI adalah sekelompok akademis yang membaktikan studi ilmiah mereka terhdp teks-teks fondasi Islam — Quran, Sirat Rasulullah (biografi tentang Muhammad) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=889&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><strong>Bill Warner</strong> adalah direktur pusat studi Islam Politis (The Center for the Study of Political Islam – CSPI). Tujuan CSPI adalah untuk mengajarkan doktrin Islam politis lewat buku-bukunya kini telah menghasilkan sejumlah serial. </em><em></em><em><a href="http://www.cspipublishing.com/">http://www.cspipublishing.com</a></em></p>
<h3 style="text-align:justify;"><em></em>Ini yang Dikatakannya:</h3>
<p style="text-align:justify;">CSPI adalah sekelompok akademis yang membaktikan studi ilmiah mereka terhdp teks-teks fondasi Islam — Quran, Sirat Rasulullah (biografi tentang Muhammad) dan Hadis (tradisi Islam). Ada dua area studi Islam; doktrin (teori) dan sejarah serta hasilnya. CSPI mempelajari sejarah untuk melihat hasil di lapangan dari doktrin tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">CSPI nampaknya adalah kelompok pertama yang menggunakan metoda statistik untuk mempelajari doktrin tersebut. Studi-studi ilmiah terhadap Quran sebelumnya hanya mengutamakan studi bahasa Arab.</p>
<p style="text-align:justify;">Prinsip pertama kami adalah bahwa Quran, Sirat &amp; Hadis harus diambil sebagai satu keseluruhan. Kami menyebutnya ‘Trilogi/Trinitas Islamik’ untuk menekankan kesatuan teks-teksnya.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Dualisme Adalah Fondasi dan Kunci Untuk Mengerti Islam<span id="more-889"></span></h3>
<p style="text-align:justify;">Hasil kesimpulan kami yang paling utama adalah bahwa DUALISME adalah fondasi dan kunci untuk mengerti Islam. Islam selalu mengandung dua arti, dimulai dengan deklarasi pendiriannya: (1) tiada tuhan selain Allah dan (2) Muhammad adalah rasulNya. Oleh karena itu, Islam adalah Allah (Quran) dan Sunnah (perkataan dan perbuatan Muhammad ditemukan dalam Sirat dan Hadis).</p>
<p style="text-align:justify;">Orang tidak habis-habisnya membahas apakah islam agama damai? Atau ideologi radikal? Muslim moderat atau Bin Laden yang muslim asli?</p>
<h3 style="text-align:justify;">Dualisme/Kontradiksi dalam Al Qur’an</h3>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengerti logika Quran, kita harus melihat jumlah besar KONTRADIKSI yang dikandungnya. Dipermukaan, Islam mengatasi dualisme itu dengan melakukan prinsip yang dinamakan “abrogasi”. Ini berarti bahwa ayat-ayat yang ditulis belakangan (versi Medinah) membatalkan ayat-ayat yang lebih dini (versi Mekah). Namun karena Quran dianggap pernyataan sempurna Allah, kedua versi Quran itu (baik versi Mekah maupun Medinah) dianggap benar dan sakral. Ayat belakangan dianggap “lebih baik,” namun ayat dini juga tidak dapat dikatakan salah, karena Allah dianggap sempurna. Inilah dasar-dasar DUALISME. Kedua versi adalah ‘benar’. Kedua sisi yang kontradiktif ini dianggap benar dalam logika dualisme.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Contoh:</strong></em><br />
<strong>(Quran ayat Mekah)</strong> <strong>[73.10]</strong> “Dan <strong>bersabarlah</strong> terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.”<strong></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Namun dari ayat toleransi diatas itu, kami kini beralih ke ayat paling <strong>intoleran</strong> dimana tiba-tiba sang Pencipta Alam Semesta BENCI benar dengan kafir:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Quran ayat Medinah)</strong> <strong>[8.12]</strong> “… Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka <strong>penggallah</strong> kepala mereka dan <strong>pancunglah</strong> tiap-tiap ujung jari mereka.”</p>
<p style="text-align:justify;">Logika Barat didasarkan pada hukum kontradiksi—kalau dua hal bertentangan (kontradiksi), maka paling tidak satu mestinya salah. Namun logika Islam adalah DUALISTIK; dua hal bisa saling kontradiksi dan keduanya benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada sistim dualistis yang bisa diukur oleh satu jawaban. Inilah alasan mengapa argumen tentang mana Islam “yang benar” tidak akan pernah selesai, karena memang tidak ada satu jawaban.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Sistim Dualistis Hanya Bisa Diukur Dengan Statistik</h3>
<p style="text-align:justify;">Contoh, mari kita lihat pertanyaan ini:</p>
<p style="text-align:justify;">Apa sih sebenarnya jihad? Perjuangan batin atau perang?</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, mari kita lihat hadis Bukhari, karena ia berulang-ulang berbicara tentang jihad. Dalam Bukhari, <strong>97%</strong> rujukan jihad adalah tentang perang dan <strong>3%</strong> tentang perjuangan batin. JADI, jawaban statistiknya adalah jihad = <strong>97%</strong> perang dan<strong> 3%</strong> = perjuangan batin. Apakah jihad = perang? Ya (<strong>97%)</strong>. Apakah jihad = perjuangan batin? Ya (<strong>3%)</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, dalam setiap argumen tentang Islam, jawabannya adalah selalu: kedua-duanya benar. Kedua sisi dualisme itu betul.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: <a href="http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=13476">Faithfreedom.org</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamicinvasion.wordpress.com/889/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamicinvasion.wordpress.com/889/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamicinvasion.wordpress.com/889/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamicinvasion.wordpress.com/889/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamicinvasion.wordpress.com/889/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamicinvasion.wordpress.com/889/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamicinvasion.wordpress.com/889/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamicinvasion.wordpress.com/889/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamicinvasion.wordpress.com/889/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamicinvasion.wordpress.com/889/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamicinvasion.wordpress.com/889/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamicinvasion.wordpress.com/889/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamicinvasion.wordpress.com/889/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamicinvasion.wordpress.com/889/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=889&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/11/30/dualisme-dalam-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6eeae6d863ea98348b2286860e4974e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islambertobat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepucuk Surat Buat Umat Manusia</title>
		<link>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/11/28/sepucuk-surat-buat-umat-manusia/</link>
		<comments>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/11/28/sepucuk-surat-buat-umat-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 16:23:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islambertobat</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[RENUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[Ali Sina]]></category>
		<category><![CDATA[Sepucuk Surat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamicinvasion.wordpress.com/?p=887</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ali Sina Salam sejahtera buat saudara-saudariku sesama manusia, Saat ini umat manusia sedang menghadapi tantangan. Berbagai kekejaman yang tak terbayangkan telah menjadi peristiwa sehari-hari. Ada suatu kekuatan jahat yang sedang bekerja keras untuk menghancurkan kita. Tak ada yang dihormati lagi oleh para pengikut iblis ini; bahkan jiwa anak-anak sekalipun. Setiap hari ada saja peristiwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=887&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><img class="alignright" src="http://beritamuslim.files.wordpress.com/2010/11/bms-new2-255x255.png?w=180&#038;h=180&#038;h=180" alt="" width="180" height="180" /><strong><a href="http://indonesia.alisina.org">Oleh: Ali Sina</a></strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://beritamuslim.wordpress.com/2011/09/26/sepucuk-surat-buat-umat-manusia/#more-2477">Salam sejahtera buat saudara-saudariku sesama manusia</a>,</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini umat manusia sedang menghadapi tantangan. Berbagai kekejaman yang tak terbayangkan telah menjadi peristiwa sehari-hari. Ada suatu kekuatan jahat yang sedang bekerja keras untuk menghancurkan kita. Tak ada yang dihormati lagi oleh para pengikut iblis ini; bahkan jiwa anak-anak sekalipun. Setiap hari ada saja peristiwa pengeboman, setiap hari ada saja orang-orang tak bersalah yang menjadi sasaran pembunuhan. Tampaknya kita semua sudah tak berdaya menghadapinya. Tapi sebenarnya tidak juga!</p>
<p style="text-align:justify;">Orang bijak dari negeri Cina, Sun Tzu, pernah berujar, “Kenalilah musuh anda dan kemenangan menjadi milik anda”. Sudahkah kita mengenali musuh kita? Sebab jika tidak, kita akan binasa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Terorisme bukanlah ideologi, melainkan alat; tetapi teroris-teroris ini membunuh demi sebuah ideologi. Ideologi itu disebut ISLAM.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di seluruh dunia, baik muslim maupun non muslim, mengklaim bahwa para teroris telah membajak “agama damai” tersebut dan Islam tidak sedikitpun membenarkan kekerasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa yang benar? Siapa yang benar-benar memahami Islam; pihak teroris atau pihak yang menentang mereka? Jawaban atas pertanyaan ini merupakan kunci kemenangan kita dan kegagalan untuk menemukan kunci itu akan berujung pada kekalahan dan kematian kita. Jawaban itu ada di dalam al-Quran dan pada sejarah Islam sendiri.<span id="more-887"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kami, yang paham tentang Islam, tahu bahwa pemahaman teroris-teroris muslim itulah yang benar. Mereka hanya melakukan apa yang dicontohkan dan dianjurkan nabi mereka. Pembunuhan, pembantaian, pemerkosaan, dan pencincangan tubuh korban “demi menyenangkan hati kaum beriman (mu’min)” semuanya sudah dipraktekkan oleh Muhammad, diajarkan olehnya dan dituruti oleh muslimin sepanjang sejarah Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika ada sesuatu yang perlu dipermasalahkan, kita harus mempermasalahkannya sekarang juga! Inilah waktunya kita berhenti berbasa-basi. Inilah saat bagi kita untuk menemukan akar permasalahan ini dan memusnahkannya. Akar dari terorisme islami tentu adalah Islam. Tidak percaya? Lihat sendiri bukti di Quran.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami adalah sekelompok mantan muslim yang sudah mengenal betul iblis itu dan sudah bertekad untuk memperingatkan seluruh dunia. Meskipun kebenaran sangat pahit, hanya kebenaran itulah yang dapat membebaskan kita. Mengapa perlu menyangkal terus? Mengapa harus bersikeras terus? Berapa lagi jiwa tak berdosa yang harus binasa sebelum anda sudi membuka mata? Bencana nuklir sudah menghadang di depan mata. Masalahnya bukan lagi “apakah” tapi “kapankah” itu akan terjadi. Karena tidak paham, dunia malah semakin menjauhkan diri dari kebenaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami mendesak Muslimin &amp; Muslimah agar meninggalkan Islam. Berhentilah mencari berbagai dalih dan pembenaran! Berhentilah pembagian umat manusia menjadi “kita” versus “mereka” dan Muslim versus Kafir! Kita ini satu bangsa, bangsa manusia!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Muhammad bukan utusan Allah. Sadarilah!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Inilah saatnya menghentikan kegilaan ini dan menghadapi kenyataan. Teroris-teroris itu mendapatkan dukungan moral dan pembenaran atas tindakan mereka dari kalian. Keterikatan kalian pada kultus pencinta kematian itu sudah dianggap sebagai dukungan moral bagi mereka untuk melakukan berbagai tindak kejahatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kami juga meminta agar non muslim berhenti menutup-nutupi kenyataan hanya karena takut menyinggung perasaan muslim. Persetan dengan perasaan mereka! Marilah selamatkan jiwa kita, dan jutaan lagi jiwa orang-orang yang tak berdosa.</p>
<p style="text-align:justify;">Jutaan, bahkan milyaran nyawa akan melayang jika kita tidak melakukan apa-apa. Waktu sudah mendesak! “Kejahatan akan menang bila orang baik tidak melakukan apa-apa.” Lakukanlah sesuatu! Kirimkanlah pesan ini kepada semua orang yang ada di buku alamat anda dan mintalah mereka berbuat serupa. Tundukkanlah Islam dan hentikanlah terorisme. Selamatkanlah dunia kita!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamicinvasion.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamicinvasion.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamicinvasion.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamicinvasion.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamicinvasion.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamicinvasion.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamicinvasion.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamicinvasion.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamicinvasion.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamicinvasion.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamicinvasion.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamicinvasion.wordpress.com/887/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamicinvasion.wordpress.com/887/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamicinvasion.wordpress.com/887/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=887&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/11/28/sepucuk-surat-buat-umat-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6eeae6d863ea98348b2286860e4974e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islambertobat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beritamuslim.files.wordpress.com/2010/11/bms-new2-255x255.png?w=180&#38;h=180" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Membuka Nalar Muslim: Islam Itu Sudah Pasti Salah</title>
		<link>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/11/10/membuka-nalar-muslim-islam-itu-sudah-pasti-salah/</link>
		<comments>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/11/10/membuka-nalar-muslim-islam-itu-sudah-pasti-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 17:40:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islambertobat</dc:creator>
				<category><![CDATA[QURAN]]></category>
		<category><![CDATA[RENUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Moral]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Positif]]></category>
		<category><![CDATA[Logika]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban]]></category>
		<category><![CDATA[Sopan santun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamicinvasion.wordpress.com/?p=876</guid>
		<description><![CDATA[Di dalam agama lain kita mengenal ajaran trimurti, dosa waris, penebusan, inkarnasi, hukum karma, trinitas, dsb. Di dalam agama kita pun ada ajaran seperti tauhid, tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan, tuhan semacam robot yang dikontrol oleh 99 sifat, tuhan adalah alien yang tidak serupa dengan apapun, haji dapat menyucikan dosa, puasa Ramadhan dapat menyucikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=876&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Di dalam agama lain kita mengenal ajaran trimurti, dosa waris, penebusan, inkarnasi, hukum karma, trinitas, dsb. Di dalam agama kita pun ada ajaran seperti tauhid, tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan, tuhan semacam robot yang dikontrol oleh 99 sifat, tuhan adalah alien yang tidak serupa dengan apapun, haji dapat menyucikan dosa, puasa Ramadhan dapat menyucikan dosa, rajin membaca sholawat nabi dijamin masuk surga, hafal 99 asmaul husna dijamin masuk surga, orang yang sebelum meninggal mengucapkan syahadat dijamin masuk surga, dst. dst. Itu semua merupakan dogma yang menuntut keimanan dan kebenarannya baru dapat kita buktikan setelah kita memasuki alam baka.</p>
<p style="text-align:justify;">Herannya, kita yang muslim kerap mempersalahkan agama lain hanya karena kita tidak setuju dengan dogmanya, sementara itu, ajaran bejat dalam agama kita sendiri malah dianggap benar?</p>
<p style="text-align:justify;">Sering saya mendengar kesaksian para mualaf yang bercerita kenapa mereka murtad dari agamanya yang lama, yaitu hanya karena mereka bingung atau tidak mengerti dengan dogmanya. Coba dipikir, dapatkah suatu agama divonis bersalah hanya karena suatu alasan yang tidak masuk akal, yaitu karena ajarannya membingungkan? Ibaratnya kita menuntut Einstein ke pengadilan karena dia telah mengajarkan teori relativitas dan alasan kita menuntutnya adalah “karena saya bingung oleh teorinya itu. Einstein layak dimasukkan ke penjara karena dia telah mengajarkan suatu teori yang membingungkan saya.” Dapatkah bingung dijadikan alasan? <span id="more-876"></span>Para mualaf yang bodoh itu, hanya karena mereka tidak mengerti, hanya karena bingung, mereka menganggap agama yang dianut sebelumnya itu salah. Sebenarnya siapa yang pantas dipersalahkan? Orang yang tidak mengerti atau agamanya? Bukankah kalau kita tidak mengerti tandanya kita masih perlu banyak belajar? Dan kalaupun kita sudah banyak belajar tapi masih belum mengerti juga, ada 2 kemungkinan: (1) Kita memiliki IQ terbatas, atau (2) Kita sebenarnya dapat mengerti tapi ada sesuatu yang menghalangi kita untuk menerimanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang anak SD ketika diajarkan rumus-rumus reaksi kimia oleh kakaknya yang sudah SMA, dia bingung, dan walaupun sudah seharian dia mikir tetap saja bingung. Akhirnya dia memvonis kakaknya “SALAH”, “BODOH”, “ORANG YANG MEMBINGUNGKAN”. Seperti itulah kita, bila kita meributkan masalah dogma suatu agama, dan memvonis agama itu salah hanya karena kita tidak bisa mengerti apa yang dimaksudkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Agama yang dogmanya membingungkan tidak bisa dianggap SALAH. Dogma menyangkut keimanan, dan pembuktiannya nanti setelah kita meninggal.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak bisa mengatakan suatu agama itu salah hanya karena kita tidak setuju dengan dogma yang diajarkannya, tetapi kita dapat mengatakan suatu agama itu salah karena AJARAN MORAL yang diajarkannya BEJAT &amp; JAHAT.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita mau jujur, sebenarnya kita tidak bisa menentukan apakah sebuah dogma yang dianut suatu agama itu PASTI SALAH atau PASTI BENAR, tetapi nanti setelah kiamat barulah kita dapat tahu itu benar atau salah. Sedangkan untuk mengetahui sebuah moralitas itu SALAH atau BENAR, kita tidak perlu harus menunggu sampai kiamat tiba, saat ini juga kita sudah dapat menentukannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah kenapa saya katakan, bahwa Islam sudah pasti salah, sedangkan agama lain belum tentu salah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak perlu menjadi seorang PROFESOR untuk mengetahui mana agama yang salah, cukup dengan bekal HATI NURANI saja, kita dapat mengetahuinya saat ini juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan kita juga tidak perlu menunggu sampai kiamat tiba untuk mengetahui mana agama yang salah, karena dengan menguji ajaran moralnya kita dapat tahu, apakah agama itu salah atau benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, Bagaimana bila kita disodori sebuah ajaran:</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>“Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu.” (QS 23:5-6)</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>atau,</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>“Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pelayan saja.” (QS 4:3)</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>“Pukullah istrimu” (QS 4:34),</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>“Kurunglah sampai mati” (QS 4:15),</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>“Merampok itu halal” (QS 8:69, QS 48:20),</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>“Di surga, pria Muslim akan dihadiahi cewek-cewek cantik” (QS 52:17-20, QS 56:22-24),</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;"><strong>“Bunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu” (QS 9:123, QS 9:5)</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak perlu menunggu kiamat tiba untuk memastikan ajaran di atas itu BENAR atau SALAH, saat ini juga, detik ini juga, kita sudah bisa menentukannya, bahwa yang demikian itu SUDAH PASTI SALAH…!!!</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti yang saya bilang di atas, Islam itu SUDAH PASTI SALAH, karena dengan melihat dari ajaran-ajaran moralnya itu. Kita tidak perlu berandai-andai lagi mengharapkan “jika seandainya Islam benar”. Mustahil Islam benar, karena Islam sudah PASTI SALAH dengan melihat moralitas ajarannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini masalah MORAL, bukan masalah DOGMA. Dogma bisa saja membuat otak kita bingung dan pusing tujuh keliling, tapi kita tidak bisa serta-merta mengatakan dogma itu salah hanya karena kita bodoh dan sukar untuk menangkap maksudnya. Sementara masalah MORAL adalah masalah NURANI, dan orang yang tidak buta rohani akan dapat menentukan sesuatu itu PANTAS atau TIDAK PANTAS, BAIK atau TIDAK BAIK, BENAR atau SALAH.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebenaran Dogma ditentukan nanti setelah kiamat, sementara kebenaran suatu moral ditentukan saat ini juga selama kita masih punya nafas kehidupan. Dan orang yang masih saja menganggap MORAL BEJAT sebagai sesuatu yang benar adalah ORANG ***** yang pantas diludahi, digampar, dikeplak, ditabok, sampai orang itu benar-benar mau menggunakan akalnya. Kalaupun sudah dihajar habis-habisan dan dipermalukan habis-habisan masih tetap saja *****, maka orang seperti itulah yang kita namakan “SAMPAH MASYARAKAT”.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau manusia sudah menjadi SAMPAH, maka apa yang dilakukannya akan selalu merugikan sesamanya, seperti apa yang dilakukan oleh muslim kaffah di berbagai belahan dunia. Apa sih SUMBANGAN POSITIF yang telah muslim kaffah berikan untuk dunia beradab?</p>
<p style="text-align:justify;">Otak “Sampah” berpikirnya akan terbolak-balik. Yang Bejat dikatakan benar, sementara yang baik dikatakan salah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam menyorot agama lain, mereka tidak berani melihat ajaran baiknya, tapi hanya menyorot dogmanya. Karena hanya itulah satu-satunya yang dapat mereka serang, sebab MANUSIA SAMPAH tidak dapat menemukan satu pun KESALAHAN YANG BERARTI dalam agama-agama manusia. Coba, siapa di antara kita yang dapat menemukan satu saja ajaran jahat dari AGAMA LAIN? Bukankah yang dianggap salah oleh OTAK SAMPAH adalah dogma-dogma yang mereka sendiri tidak pahami dan membuat OTAK BODOH mereka KEBINGUNGAN &amp; PUSING TUJUH KELILING?</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan disangka PARA MUALAF itu adalah orang-orang pintar. Justru mereka itu orang-orang bodoh. Dalam anggapan otak mereka yang bodoh, dogma yang membingungkan itu salah, sedangkan AJARAN MORAL yang BEJAT itu tidaklah salah.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itulah saya katakan bahwa para mualaf itu bodoh. Coba kalau mereka mengerti, mereka pasti tidak akan jadi mualaf.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada yang berpendapat: “Tidak masalah walaupun bejat, asalkan menyembah tuhan yang benar.”</p>
<p style="text-align:justify;">Orang Farisi dan Ahli Taurat di jaman nabi Isa pun telah menyembah Tuhan yang benar, tapi mereka dicela oleh nabi Isa. Tahu kenapa? Karena kehidupan mereka kotor dan bejat. Jadi siapa bilang yang penting tuhannya benar, dan masalah moral tidak penting?</p>
<p style="text-align:justify;">Kita tidak perlu membuktikan apakah tuhan itu tauhid atau banyak. Cukup dengan melihat ajaran moral yang diajarkannya maka kita tahu kalau Islam itu SALAH, 100% SALAH! Persoalan tuhan itu tauhid atau jamak barulah dapat kita ketahui kebenarannya nanti setelah kiamat, sedangkan masalah moral ini dapat kita jadikan pegangan bahwa agama yang kita anut ini adalah SUDAH PASTI SALAH. Dan agama yang sudah pasti salah, sudah pasti masuk neraka! Karena ajaran moralnya bejat, otomatis tuhan yang disembah Islam adalah tuhan palsu.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk dapat menyadarkan muslim, yang dibutuhkan hanya satu: LOGIKA!</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: Duladi on Facebook</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamicinvasion.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamicinvasion.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamicinvasion.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamicinvasion.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamicinvasion.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamicinvasion.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamicinvasion.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamicinvasion.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamicinvasion.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamicinvasion.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamicinvasion.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamicinvasion.wordpress.com/876/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamicinvasion.wordpress.com/876/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamicinvasion.wordpress.com/876/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=876&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/11/10/membuka-nalar-muslim-islam-itu-sudah-pasti-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6eeae6d863ea98348b2286860e4974e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islambertobat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syariat Qurban di Hari Raya Haji, Kini Patut Dipertanyakan Muslim &#8211; Bagian 2</title>
		<link>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/11/03/syariat-qurban-di-hari-raya-haji-kini-patut-dipertanyakan-muslim-bagian-2/</link>
		<comments>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/11/03/syariat-qurban-di-hari-raya-haji-kini-patut-dipertanyakan-muslim-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 00:10:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islambertobat</dc:creator>
				<category><![CDATA[ALKITAB]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH QURAN]]></category>
		<category><![CDATA[QURAN]]></category>
		<category><![CDATA[Daging Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Korban]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Ishak]]></category>
		<category><![CDATA[Ismael]]></category>
		<category><![CDATA[Kambing Korban]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Ibrahim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamicinvasion.wordpress.com/?p=873</guid>
		<description><![CDATA[BuktidanSaksi.com- Banyak teman Muslim hanya menganggap kasus sembelihan ini sebagai sekedar gertak atau ujian Allah kepada Ibrahim, dan karena Ibrahim lulus testing, maka diberi hadiah tebusan bagi kelulusannya. Muslim tidak menyadari bahwa ayat-ayat itu justru adalah suatu penggambaran dahsyatakan sebuah konsep korban penebusan bagi umat manusia Abraham tatkala hampir menyembelih anak tunggalnya Ishak &#8211; dicegah oleh malaikat YAHWEH By [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=873&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://buktidansaksi.com/blogs/553/2011/10/Syariat-Qurban-di-Hari-Raya-Haji-Kini-Patut-Dipertanyakan-Muslim-Bagian-2">BuktidanSaksi.com</a><em>- Banyak teman Muslim hanya menganggap kasus sembelihan ini sebagai sekedar gertak atau ujian Allah kepada Ibrahim, dan karena Ibrahim lulus testing, maka diberi hadiah tebusan bagi kelulusannya. Muslim tidak menyadari bahwa ayat-ayat itu justru adalah suatu penggambaran dahsyatakan sebuah <strong>konsep korban penebusan</strong> bagi umat manusia</em></p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignnone" src="http://files.buktidansaksi.com/kurban.jpg" alt="" width="370" height="546" /></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Abraham tatkala hampir menyembelih anak tunggalnya Ishak &#8211; dicegah oleh malaikat YAHWEH</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.bacabacaquran.com/">By Kalangi</a></p>
<p style="text-align:justify;">Kita telah menyaksikan diatas betapa buruk dan rancunya “wahyu”  Allah SWT ketika Ia harus mewahyu-ulang apa-apa yang telah diturunkan dengan segenap otoritas kedalam Taurat Musa, seperti yang termaktub dalam Alkitab 2600 tahun sebelumnya, simak Kitab Kejadian 22: 1-19 sebagai berikut,  <span id="more-873"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>22:1</strong>   Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia <strong>berfirman</strong><strong>kepadanya:</strong> “Abraham,” lalu sahutnya: <strong>“Ya, Tuhan.” </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>22:2</strong>   Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang<strong> tunggal </strong>itu, yang engkau kasihi, yakni <strong>Ishak,</strong> pergilah ke <strong>tanah</strong> <strong>Moria</strong> dan <strong>persembahkanlah dia</strong> di sana sebagai <strong>korban bakaran</strong> pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>22:3</strong>  Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta <strong>Ishak,</strong>anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>22:4</strong>   Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>22:5</strong>    Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu <strong>kami kembali kepadamu.”</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>22:6</strong>  Lalu Abraham mengambil <strong>kayu</strong> untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu <strong>Ishak</strong>, anaknya, sedang di tangannya dibawanya <strong>api </strong>dan<strong> pisau.</strong> Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>22:7</strong>  Lalu berkatalah <strong>Ishak</strong> kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah <strong>ada api</strong> dan<strong>kayu</strong>, tetapi di manakah <strong>anak domba</strong> untuk <strong>korban bakaran itu?”</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>22:8</strong>  Sahut Abraham: “<strong>Allah yang akan menyediakan</strong> <strong>anak domba</strong>untuk <strong>korban bakaran bagi-Nya</strong>, anakku.” Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>22:9</strong>  Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan <strong>mezbah</strong> di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya<strong>Ishak</strong>, anaknya itu, dan diletakkannya di <strong>mezbah itu</strong>, <strong>di atas kayu api</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>22:10</strong> Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu <strong>mengambil pisau</strong>untuk menyembelih anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>22:11</strong> Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya:<br />
<strong>“Abraham, Abraham.”</strong> Sahutnya: <strong>“Ya, Tuhan.”</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>22:12</strong> Lalu Ia berfirman: <strong>“Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia</strong>, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan<strong>anakmu yang tunggal</strong> kepada-Ku.”</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>22:13</strong> Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor <strong>domba jantan</strong> di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil <strong>domba itu</strong>, lalu mengorbankannya sebagai <strong>korban bakaran pengganti anaknya</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>22:14</strong> Dan Abraham menamai tempat itu: <strong>“TUHAN (akan) menyediakan”</strong>;sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN,<strong>akan</strong> disediakan.”</p>
<p style="text-align:justify;">Tampak betapa lancar, utuh, logis dan penuh otoritasnya pasal tersebut  sebagai buah Firman, ketimbang ayat-ayat Quran yang berantakan dalam kisah “korban sembelihan”. Alkitab mengatakan satu hal, tetapi Quran justru mengosongkannya, atau melencengkannya kepada yang lain sehingga acak, kacau, hilang makna dan tema sasaran. Lihatlah misalnya:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li> Tuhan sendiri berfirman kepada Abraham, tetapi ini dilencengkanmenjadi Ibrahim sendiri yang bermimpi tentang penyembelihan anaknya, tanpa ada sangkut paut dan persinggungan sedikitpun dengan Allah.</li>
<li>Anak yang diminta untuk dikorbankan adalah “Ishak, dikaburkan jadi “anak”.</li>
<li> Seluruh tema “mempersembahkan korban bakaran bagi Tuhan”,dilencengkan menjadi membaringkan sang anak, atau paling banter semacam persiapan persembelihan (tetapi bukan persembahan untuk Allah!).</li>
<li>Abraham mempersiapkan pisau, api dan kayu, dan mendirikan mezbah, mengikat Ishak dan membaringkannya diatas kayu api dimezbah, siap untuk memasuki ritual korban bakaran. Ini dikosongkan/dikorup sama sekali oleh Quran dan diganti dengan “membaringkan” sang anak! Hanya itu!</li>
<li>Suara Tuhan dalam suasana genting berseru untuk menghentikan tindak peneyembelihan: <em>“Abraham, Abrahan (2 kali).… Jangan bunuh… Jangan kauapa-apakan…”, </em>ini diganti menjadi suara Allah SWT yang memanggil nama Abraham (1 kali saja), tidak ada urgensi dan perintah STOP yang melarang penyembelihan! Melainkan hanya berfirman umum yang tidak genting: <em>&#8220;Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan<strong> </strong>mimpi itu sesungguhnya …., sesungguhnya…”</em>. 3X “sesungguhnya” yang diucapkan Allah secara boros diluar konteks malah menjadikannya “tidak sungguh”!</li>
<li>Domba dihadirkan, disediakan oleh Tuhan sendiri, sesuai dengan tamsilan karya-Nya sekarang dan kelak: “TUHAN (akan) Menyediakan” (THE LORD WILL PROVIDE). Kenapa ada rujukan waktu “akan” (will) dalam provisi Tuhan yang satu ini? Ya, itulah bagian nubuat yang akan digenapi Tuhan kelak (akan dijelaskan nanti).<br />
Ayat nubuat dengan makna rohani yang paling penting ini ternyatadikosongkan total dari Quran!</li>
<li>Tuhan bertindak sehingga: “<em>Domba itu dikorbankan sebagai korban bakaran pengganti anaknya”. </em>Ayat ini di paraphrase-kan dalam konteks dan konten yang tidak jelas menjadi: “Dan Kami tebus anak itu dengan (seekor) sembelihan yang besar”.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Sekarang menjadi pertanyaan besar, kenapa Allah SWT <strong>tidak mampu </strong>mengulang Firman yang lebih unggul atau sama jelasnya ketika Ia berwahyu-ulang kepada masyarakat Arab yang katanya lebih maju bahasanya 2600 tahun kemudian? Atau setidaknya, meng-copy saja ayat-ayat  asli kuno tersebut ke dalam style Arabic khas Quran yang katanya tiada tandingan itu? Bahkan bukankah inferioritas surat Quran terhadap tandingannya (yang terkenal dengan <em>Surat Semisal Quran)</em> bisa-bisa dijadikan bukti bahwa Quran itu tidak datang dari sisi Allah? (Qs. 17:88,<em> </em>52:34, 2:23, 10:37-38)<em>. </em>Itu pasti telah menambah daftar kerumitan Muslim terhadap otoritas Quran sebagai wahyu Allah.</p>
<p style="text-align:justify;"><em><br />
</em>Mari kita kini masuk kepada puncak misteri kisah penyembelihan yang selama ini tertutup bagi Muslim.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Kelima</em></strong><br />
Maka simaklah ayat pokok 107 itu baik-baik. Tidak seperti pada Alkitab, ayat ini muncul tanpa konteks jelas yang mendahuluinya. Tiba-tiba saja ayat ini muncul berbicara tentang peran satu kurban sembelihan teramat besar yang Allah jadikan penebus atas kematian anak Ibrahim:</p>
<p style="text-align:justify;">
<strong><em>“Dan Kami tebus anak itu dengan sembelihan yang besar” </em></strong><em>(Wa fa dainaahu bi dzibhin ’azhiim”).</em></p>
<p style="text-align:justify;">(Bandingkan ini dengan ayat-ayat di Kitab Kejadian sebelum ayat  22:13, dimana Tuhan menghentikan tindak Abraham yang siap menyembelih anaknya, lalu barulah menggantikan sang anak dengan seekor domba jantan yang disediakan-Nya sendiri):</p>
<p style="text-align:justify;">
<em>“…<strong>mengorbankannya (domba itu) sebagai</strong> <strong>korban bakaran pengganti anaknya”</strong></em><strong> </strong>(ayat 13).</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak teman Muslim hanya menganggap kasus sembelihan ini sebagai sekedar gertak atau ujian Allah kepada Ibrahim, dan karena Ibrahim lulus testing, maka diberi hadiah tebusan bagi kelulusannya. Muslim tidak menyadari bahwa ayat-ayat itu justru adalah suatu penggambaran dahsyatakan sebuah <strong><em>konsep korban penebusan</em></strong><em> </em>bagi umat manusia. Muslim praktis tidak diajak oleh ulamanya masuk kedalam details dari makna ayat ini, karena seperti telah dikatakan diatas <em>“</em><em>The devil is in details</em><em>”.</em>  Akibatnya Muslim kurang bisa menangkap keseluruhan <em>kekuatan-makna</em> yang dahsyat dari ayat Quran ini. Sebab kejelasan konsep tebusan ini terhalang oleh terjemahan/ tafsiran para ulama yang apriori menjuruskan makna “kurban” itu kepada pengertian harfiah yang dipatok mati menjadi <em>“seekor HEWAN sembelihan besar”.</em> Padahal wahyu surgawi ini justru berbicara tentang sosok “kurban penebus anak Ibrahim” dalam makna penggambaran! Hal inilah yang menyebabkan para pakar Islam saling berselisih memaknai hakekat ayat ini. Sebagian pakar Muslim berputar-putar menafsirkan kurban yang besar ini sebagai seekor binatang yang tambun fisiknya. Tentu saja itu tafsiran konyol! Cerahkanlah sendiri pemahaman Anda dengan membandingkan  kritis sejumlah terjemahan berikut ini tentang <strong>sosok kurban</strong>:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em> </em><em>“</em><em>Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar”</em>(terjm. Depag)</li>
<li> <em>“Dan Kami menebusnya dengan sembelihan yang besar”</em> (terjm.Disbintalad)</li>
<li> “<em>And We ransomed his son with a costly victim”</em> (<em>sebuah kurban yang mahal</em>, terjm. J.M.Rodwell)</li>
<li><em>“</em><em>… </em><em>with a noble sacrifice” </em>(<em>sebuah kurban agung/ mulia</em>, terjm. N.J. Dawood)</li>
<li><em>“</em><em>… </em><em>with a mighty sacrifice”</em> (<em>sebuah kurban </em><em>yang </em><em>perkasa</em>, terjm.Arberry)</li>
<li><em>“</em><em>… </em><em>with a tremendous victim” </em>(<em>sebuah kurban yang dahsyat</em>, terjm.Mohammed Pickthall)</li>
<li><em>“</em><em>… </em><em>with a great sacrifice”</em> (<em>sebuah </em><em>kurban yang besar/hebat</em>, terjm.Yusuf Ali).</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"> <em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"> <strong>Apa yang Anda lihat lagi disini?</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Menebus berarti membeli balik dengan membayar harga yang sesuai</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan dari makna asli ayat diatas, kita mencatat <strong>g</strong><strong>ambaran</strong> bahwa harga yang sangat luar biasalah yang harus <strong>dibayar oleh Tuhan (!)</strong> bagi sebuahpenebusan untuk anak Ibrahim. Itu adalah <strong>satu sosok kurban</strong> dengan segala kebesaran, keagungan, kemuliaan, kedahsyatan, keperkasaan<strong>‘azhiim’</strong> yang amat besar nilainya yang ditamzilkan Allah sebagai <strong>Penebus</strong>untuk men-substitusikan kematian semua anak-anak Ibrahim kelak (karena dia Bapak bangsa-bangsa orang beriman). Sedemikian besar harga sosokkurban itu sehingga pewahyuan Quran HARUS memakai kata asli yang sama dengan salah satu diantara 99 nama/asma Allah, yaitu <strong><em>Al-Azhim</em></strong> (Yang Maha-Agung). Selama pakar Muslim mengkotakkan sosok tersebut secara harafiah hanya sebagai seekor binatang tambun, mereka tidak mampu memahami masalah masalah detail berikut ini:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(a) </strong><strong> </strong><strong>Apa perlu-perlunya sang anak itu </strong><strong>disuruh dibunuh lalu </strong><strong>ditebus</strong><strong>oleh Allah agar memiliki sang anak kembali?</strong><strong>  </strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(b) </strong>Bila Tuhan hanya ingin menguji iman Ibrahim (yang toh sudah diketahuiNya), Allah tak perlu memerintahkan pembunuhan (nabi membunuh anak calon nabi!). Ada sejuta cara lain yang halal pada Mahatahunya Allah dan yang tidak menjadi batu sandungan. Dan bila hanya sekedar untuk testing, cukup Ibrahim melepaskan anaknya tanpa usah tebusan kurban, bukan? Ujian iman serentak telah berakhir pada waktu malaikat berseru kepada Ibrahim “STOP, jangan bunuh anakmu!”<strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(c) </strong><strong> </strong><strong>Dan kenapa </strong><strong>Allah</strong><strong> memerlukan kematian-kurban?</strong><strong> </strong><strong>Apakah anak Ibrahim itu bersalah sehingga ia harus </strong><strong>dibunuh, lalu harus pula </strong><strong>ditebus?</strong><strong> </strong>Pakar Islam sulit menjawabnya dari sumbernya. Bukankah hal itu yang justru diperlukan oleh SETAN? Itulah. Kematian kurban ini adalah gambaran tamzil dari kematian seorang Al Masih, yang diperlukan sebagai kurban penebus (untuk mengganti) kematian yang sudah diniscayakan kepada setiap manusia berdosa (Qs.19:71, Roma 6:23, Kejadian 2:17) karena semua manusia itu berdosa. Sebab Hukum Keadilan Tuhan tetap berkata tanpa pandang bulu bahwa setiap manusia berdosa harus dihukum mati (Roma 6:23); namun Hukum Kasih Tuhan kini dapat berkata, “Anak Manusia memberikan nyawaNya menjaditebusan bagi banyak orang” (Matius  20:28).</p>
<p style="text-align:justify;">Teologi Islam tidak berdaya menjawab pertanyaan, <em>bagaimanakah Allah SWT</em> <em>itu dapat Maha-adil (yang harus menghukum), padahal Ia juga Maha-kasih (yang akan mengampuni)? Dapatkah Allah mengampuni seseorang tanpa memperkosa hakekat diriNya yang Maha-adil?</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Tuhan tidak menghukum karena KasihNya, Tuhan menjadi Non-Adil; dan ketika Ia menghukum karena AdilNya, Tuhan menjadi Non-Kasih. Ketegangan (“kontradiksi”) ini hanya mungkin direkonsiliasikan dalam <strong>kematian-kurban</strong> <strong>sebagai Penebus</strong> – pembayar harga kematian – yang mempertemukan Keadilan Tuhan dengan Kasih Tuhan! Kini Ia tetap Maha-adil ketika mengampuni dalam kasihNya, karena Tuhan sendiri telah membayar harga keadilan itu lewat kematian Al Masih, Kalimatullah yang diinkarnasikan kedalam dunia! Anda dan saya yang berdosa – ditamzilkan sebagai anak Abraham yang harus mati/sembelih, namun kita diselamatkan Tuhan dengan sebuah <strong>tebusan Anak Domba Tuhan</strong> yang mahal yang diperlambangkan oleh Yesus Mesias sebagai korban penyaliban. Agar perlambangannya absah dan tidak nyeleweng, maka Nabi Yahya sengaja diutus mendahului Yesus demi untuk mengkonfirmasikan hal tersebut. Itu terjadi ketika Yesus datang menghampiri Nabi Yahya secara fisik, dan Yahya pun berseru:</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignnone" src="http://files.buktidansaksi.com/darah.png" alt="" width="495" height="498" /></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Lihatlah Anak Domba Tuhan (Yesus), yang menghapus dosa dunia.” (Yohanes 1:29)</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sosok Kurban Anak Domba itu (<strong>akan</strong> disediakan Tuhan) sebagai pengganti sang anak yang harus mati (ayat 13 berkaitan ayat 8 &amp; 14). Istilah “akan” disini sengaja dipakai Tuhan demi menunjukkan pula akan nubuat yang kelak akan terjadi atas apa yang sudah terjadi dalam tamzilan kasus Abraham ini! “Anak Domba Tuhan” yang ‘azhiim” itulah yang kelak akan dikurbankan disalib untuk menebus kematian “anak-anak Abraham” yang telah berdosa dan terkutuk kematian.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>(d) </strong><strong>Andaikata</strong><strong> tebusan bagi sang anak</strong><strong> itu hanya harfiah seekor binatang</strong><strong>, kenapa sipenebus (binatang) justru dianggap bernilai sangat “agung-mulia</strong><strong>-dahsyat-mahal-perkasa-hebat</strong><strong>” ketimbang yang ditebus-nya (manusia)?</strong><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tak ada jawaban, kecuali itu adalah Sang Penebus!</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah kematian-kurban yang sebesar-besar dahsyat, mulia, agung, seperti yang telah dibicarakan dimuka. Sebab seberapakah besar dan dahsyatnya korban Anda dan saya jikalau itu hanya terbatas pada pemberian sedekah dihari raya Haji? Korban semacam ini tidak mempunyai <em>nilai-tebusan <strong>(atoning value),</strong></em> kecuali <em>nilai</em> <strong><em>sosial dan religi.</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>“HUKUM KURBAN” ATAU “HUKUM SEDEKAH”?</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi sekarang semua substansi kembali dan berpusat kepada “<em>Kurban agung yang disediakan oleh Allah sendiri untuk penebusan anak (berdosa)”.</em>Abraham atau anaknya tidak menyedekahi siapapun. Kisah tidak ada hubungannya sama sekali dengan Hari Raya Qurban yang MENSYARIATKAN potong kambing dan ramai-ramai pemberian sedekahan dari manusia bagi sesamanya (yang bersifat horizontal). Kisah ini semata-mata bersifat dan berurusan vertikal, dimana Tuhan beracara dari atas untuk memberi penyelamatan kepada anak-anak manusia. Dan ini merujuk kepada <strong>“</strong><strong>konsep tebusan darah”</strong> yang diharuskan Tuhan didalam Taurat sejak dari zaman Adam ketika Kain dan Habel (Qabil-Habil) mempersembahkan korban, dan seterusnya hingga kepada Yesus yang menumpahkan darahnya sebagai korban diatas salib. Tak ada syariat apapun yang perlu diusahakan dan dijalankan disini kecuali percaya, beriman dan taat kepada Penebus dosa yang Tuhan sediakan (Yohanes 14:1, 1:29, Qs 3:50, 43:63). Bahwa belakangan, lewat ulangan-wahyu 2600 tahun kemudian terjadi tradisi penyembelihan kambing kurban untuk disedekahkan kepada orang miskin, itu hanyalah pelencengan dari maklumat Tuhan tentang konsep tebusan darah Anak Domba yang Tuhan sediakan untuk kita imani.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Muslim sering berkata bahwa Tuhan cukup mengampuni dosaku bilamana aku menyesal dan bertobat. Tetapi kenyataannya sekalipun Anda menyesal atas dosa Anda, namun penyesalan itu sendiri <em>tidak merupakan pembenaran atas dosa yang telah Anda lakukan</em>.  Seorang pencuri yang menyatakan penyesalannya dimuka pengadilan tetaplah ia pencuri.  Ia tidak dibebaskan atau dibenarkan semata-mata karena penyesalannya, melainkan hanya dibebaskan bilamana ia telah <em>membayar lunas hukumannya, ATAU dosanya telah ditebus lewat suatu harga hukum-kurban yang Tuhan berlakukan sendiri.  Dan dimata Tuhan, harga yang berlaku adalah suatu kurban tebusan dengan penumpahan darah.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan berbicara dengan Musa, menegaskan bahwa hanya darah yang tertumpah diatas mezbah saja dipakai Tuhan sebagai alat pengampunan dosa:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Karena nyawa mahluk ada didalam darahnya dan Aku  telah memberikan darah itu kepadamu diatas mezbah untuk mengadakan perdamaian (penebusan) dengan perantaraan nyawa” </em>(Imamat 17:11)</p>
<p style="text-align:justify;">Kitab Ibrani 9:22 mengatakan: <em>“Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Itulah simbol <em>tebusan Tuhan</em> lewat darah korban persembahan dalam Perjanjian Lama yang diperlukan terus menerus untuk setiap penebusan dosa (setelah membayar kerugian-kerugian materi kepada pihak yang terkorban).  Namun semua korban-korban binatang dan persembahan hanyalah merupakan sinyal-sinyal, simbol-simbol, tamzil dan bayang-bayang sementara, dan merupakan pengantar menuju kepada <em>pengurbanan permanen, berlaku sekali dan untuk seterusnya, yaitu darah Yesus yang disalibkan</em> (Ibrani 9:28)<em>.</em>  Pengurbanan yang kudus tanpa cacat  inilah yang menandai suatu Perjanjian Baru untuk keselamatan seluruh umat manusia sekarang yang mau mengimani Sang Korban Agung:<br />
“Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan” (Ibrani 10:14).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Kita menyaksikan bahwa teman Muslim banyak mendapat ajaran dari ulamanya yang menafsir Alkitab menurut agendanya sendiri. Sekarang ketahuanlah bahwa konsep penebusan darah Anak Domba lewat salib bukanlah bikin-bikinan Paulus, melainkan justru sudah  diucapkan dan digambarkan Tuhan sendiri sejak Adam dan Hawa dan dinubuatkan oleh para Nabi dan dipersaksikan oleh Nabi Yahya muka per muka dengan Yesus, yang bahkan dikonfirmasi balik oleh Yesus sendiri….</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah antara lain kata-kata nubuat  dari setiap sosok:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Abraham,</strong> “<em>Tuhan yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagiNya” (Kejadian. 22:8)</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Yohanes (Yahya), “</strong><em>Lihatlah Anak Domba Tuhan.  Yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29</em>)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tuhan Elohim,“</strong><em>Aku telah memberikan darah itu kepadamu diatas mezbah   untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu&#8230;” (Imamat 17:11)</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Yesus Mesias, <em>“</em></strong><em>Sebab  inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa” (Matius 26:28)</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>APA YANG DIKORUP QURAN?</strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, kita menyadari betapa Quran yang mengklaim sebagai wahyu korektif dan terakhir, namun justru memperlihatkan wajah sejatinya yang tidak berkwalitas sebagai Firman Tuhan. Wahyu-ulangan yang seharusnya menjelaskan dan menyempurnakan justru terbalik dalam perannya yang mengacaukan. Bahkan bukan hanya itu. Justru yang paling mengenaskan adalah terkorupnya begitu  banyak ayat-ayat keselamatan Tuhan yang telah sengaja dikosongkan dan diplintir oleh Quran dengan mengatas-namakan Allah SWT.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Sejak Adam</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sejak kejatuhan manusia pertama, kita menyaksikan bahwa Tuhan setapak demi setapak memperkenalkan sebuah Hukum-Kurban (<em>The Law of Sacrifice</em>) yang merancang penyelamatan manusia dari dosa kematian. Betapa mulai dari Adam dan Hawa, mereka telah membuat cawat penutup kemaluan bagi dirinya yang telanjang (lambang dosa), terbuat dari daun tumbuh-tumbuhan(Kejadian 3:7), dan ini tercantum pula dalam Quran 20:12. Tetapi ternyataTuhan tidak berkenan dan menolaknya, dan menggantikannya dengan <strong>cawat kulit binatang</strong>,<em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka”</em>. (Kejadian 3:21)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan tidak berkenan dengan cawat daun itu karena dua hal yang amat prinsip. <em>Cawat</em> <em>daun “made </em><em>by</em><em> Adam-Hawa”</em> itu tidak absah dimata Tuhan karena itu tidak sesuai dengan <em>the Law of Sacrifice </em>yang perlu dilambangkan oleh penumpahan darah (dalam hal ini lewat cawat kulit binatang). Dan ini paling perlu diajarkan kepada Adam agar bisa diteruskan kepada anak cucunya. Kedua, cawat daun itu adalah lambang usaha diri manusia untuk menutupi ketelanjangan (dosa) mereka. Manusia tidak bisa mengusahakannya, dengan amal apapun! Keadilan dan kekudusan Tuhan tidak membiarkan satu dosa/kejahatan untuk dihapus oleh 1000 pahala. Satu kejahatan perkosaan misalnya, tetap harus dihukum, sekalipun sipemerkosa telah mendermakan pembangunan 1000 mesjid! Cawat daun-daun <em>made-by Adam</em> itu hanya maya, khayalan manusia yang tidak bertahan dan sia-sia. Hanya <em>cawat kulit “made-</em><em>by</em><em> Tuhan”</em> yang secara hakiki mampu menutup/menebus dosa manusia!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">NAMUN! Kembali kita temukan bahwa Quran sengaja mengkorupsi ayatlambang penyelamatan dosa! Ayat tentang cawat kulit dikosongkan samasekali dari Quran (!) walau cawat daun yang kurang penting itudipertahankan dalam “kekekalan Quran”! Bagaimana harus Muhammad (dengan Jibril-nya) mempertanggung-jawabkan pengosongan perlambangan yang sangat prinsip dan esensial ini?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Hukum-Kurban yang Tuhan rancangkan bagi penyelamatan umat-manusia itulah yang dipilih Muhammad dan Jibril untuk disembunyikan Quran atas nama Allah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Sejak Qabil dan Habil</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Lihat pula anak-anaknya Adam, Kain dan Habel (Qabil dan Habil). Betapa Quran menjelaskan bahwa Tuhan menerima persembahan korban Habel dan menolak persembahan korban Kain, namun aneh, Quran kembali mengosongkan hal yang terpenting, yaitu <em>apa alasannya</em>. Quran menutup, tetapi Alkitab mengungkapkan bahwa persembahan kurban yang bernyawalah (dengan tumpahan darah) yang Tuhan berkenan, bukan tanam-tanaman yang tanpa darah.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu<strong> </strong>(buah-buahan-sayur-mayur-umbi-umbian dll) kepada TUHAN sebagai korban persembahan. Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya” (Kejadian 4:4-5).</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Sejak Nuh</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tampaknya nabi Nuh sudah cukup paham akan “hukum-kurban” dimana Tuhan akan berkenan atas persembahan korban tatkala dipersembahkan dengan tumpahan darah kurban yang layak. Maka hal pertama yang Nuh lakukan begitu keluar dari bahteranya adalah mendirikan mezbah bagi TUHAN, lalu mempersembahkan korban bakaran dengan hewan-hewan bernyawa diatas mezbah. Dan Tuhan menilainya sebagai “persembahan yang harum” (Kejadian 8:20-22)</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Sejak Musa</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tuhan terus tanpa henti memperkenalkan konsep penebusan ini tahap pertahap kepada moyang-moyang yang paling awal. Dan Musa tentu tak luput dari mengisahkannya dalam Tauratnya. <strong>Kisah Taurat tentang konfrontasi Musa melawan Firaun adalah topik favorit yang dicatat Quran berulang-ulang hingga 27 kali! Meski demikian, Muhammad</strong><strong>kembali absen </strong><strong>mencatat peristiwa yang paling inti dari Kisah Keluaran dari Taurat Musa ini, yaitu kisah PASKAH! Padahal perayaan Paskah adalah event yang paling bersejarah, menyentuh dan heroik bagi setiap orang Yahudi. Tuhan sendirilah yang memerintahkan kisah ini agar tertanam dalam ingatan turun-temurun dalam </strong><strong>p</strong><strong>erayaan Perjamuan </strong><strong>P</strong><strong>askah setiap tahun! </strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hanya dengan </strong><strong><em>tulah</em></strong><strong> yang </strong><strong>paling “mematikan” perlawanan hebat Firaun, maka Firaun akhirnya menyerah kepada tuntutan Musa! Apakah tulah yang paling mematikan Firaun menurut versi Quran dan versi Kitab Musa sendiri? Menurut Musa, itu adalah tulah </strong><strong>ke-10</strong><strong>, ditimpakan pada Firaun ketika</strong><strong> Tuhan </strong><strong>m</strong><strong>engirim </strong><strong>M</strong><strong>alaikat kematian</strong><strong>untuk mencabut nyawa anak sulung dari setiap keluarga </strong><strong>APABILA</strong><strong>pintu rumahnya tidak diperciki darah domba! Tuhan berkata:</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>”<strong>Apabila Aku melihat darah itu (ada di pintu), maka Aku akan lewat”.</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong><br />
</strong></em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Itu adalah vonis kematian yang dilewatkan (diluputkan) Tuhan bagi rumah yang bertanda darah kurban</em></strong><strong> (Keluaran 12:13).</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>T</strong><strong>etapi </strong><strong>Muhammad dengan </strong><strong>Quran</strong><strong>-nya lagi-lagi mengosongkan tulah-10 ini dengan</strong><strong> hanya men</strong><strong>yodorkan </strong><strong> total 9 tulah saja.</strong><strong> Tulah-10</strong><strong> yang merupakan lambang penyelamatan Umat lewat darah-kurban-tebusan, kembali ditiadakan Muhammad! Segera timbul dua pertanyaan kepada setiap kepala yang bernalar:<br />
(1) Apakah tulah-9 nya Quran cukup mematikan tegar tengkuknya  Firaun (sehingga Firuan menyerah kepada Musa), mengingat ia masih tidak bergeming ketika ditimpakan tulah-8?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>(2) Manakah catatan yang lebih akurat: Taurat Musa yang mencatat konfrontasi dirinya sendiri dengan Firaun, ataukah Muhammad yang mencatat/mendongeng kembali kisah Musa 2000-an tahun setelahnya, entah dari sumber mana? Jawablah dengan batin yang hening!</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tampaknya diseluruh Quran, ”Allah” yang namanya diatas-namakan Muhammad, telah berusaha untuk menafikan habis-habisan ”Hukum-Kurban” yang tersebar luas diseluruh Alkitab. Ia, Allah SWT meniadakan sosok Penebus yang Tuhan Elohim sediakan sendiri kepada umat-Nya. Untuk itu, kisah penyembelihan anak Ibrahim juga dikosongkan Quran dari segala unsur-unsur persembahan korban bakaran yang baku: tak ada mezbah, tak ada kayu dan api, tali (bahkan pisau?). Bahkan kisah tersebut dihentikan ditengah jalan, dan tidak ada Muslim yang bertanya, bagaimana Muhammad selanjutnya meritualkan persembahan ”kurban hewan” yang Allah hadirkan kepada Ibrahim? Apakah benar hewan itu jadi dipotong? lalu dibakar? atau dibuang? atau dibawa pulang dagingnya? atau disedekahkan kepada manusia lainnya? Atau &#8230; dipersembahkan sebagai korban bakaran kepada Tuhan Yahweh sebagaimana yang Abraham lakukan?<br />
TAK ADA JAWABAN&#8230; <em>Jikalau begitu, pensedekahan daging kurban di Hari Raya Haji tentu bualan lanjutan dari Muhammad pribadi, dan samasekali bukan dasar yang Tuhan syariatkan !</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><br />
</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Akhirnya kita menyaksikan bahwa keselamatan lewat konsep-tebusan-kurban itu tercakup luas dan menyeluruh disemua lini Alkitab. Itu tidak bisa disisipkan dan dipalsukan oleh tangan Paulus dan antek-anteknya (seperti yang Muslim tuduhkan) tanpa merusak kemulusan, logika narasi, konsistensi dan otoritas Alkitab. Pemalsuan fondasi Alkitab tersebut – kalau ada – mustahil dapat dilakukan diam-diam tanpa diketahui oleh jejak sejarah. Ingat bahwa Yahudi dan Kristen yang saling bertikai dikala itu, pasti akan saling memata-matai secara tajam (melebihi Muslim) kalau-kalau ada pihak lawan yang meng-utak-atik Kitab Suci mereka masing-masing. Kenyataannya tak ada satu pihak yang menggugat pihak lainnya.  Kebalikannyalah yang justru kita saksikan dimuka hidung kita, ketika wahyu-ulangan 2600 tahun yang lalu dikisahkan kembali secara kacau oleh Quran, apalagi dengan mengkaitkan persyariatan qurban yang nyasar dan tidak kena sasaran sehingga kehilangan inti dan bobot pewahyuan tentang sebuah Kurban Tebusan yang sebenarnya, yaitu: </strong><em>“Dan Kami menebusnya (anak-anak-Abraham) dengan Kurban yang sangat Agung”!</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;">Alangkah mencemaskan bahwa korupsi quranik  justru bercirikan “kematian” (Qs 19:71), yaitu PENGOSONGAN INTI KONSEP KESELAMATAN KEKAL yang Tuhan sendiri tawarkan. Dan alangkah tragisnya sekian milliar teman Muslim dibuat kehilangan Penebusnya. Mereka ramai-ramai disajikan dongeng wahyu-ulangan  dan digiring memilih “cawat daun” yang bisa diusahakan sendiri, dan hasil usaha diri itu memang mengasyikkan dan dihargai.  Tetapi “cawat-kulit” dari Anak Domba sesungguhnya telah Tuhan sendiri sediakan. Tetapi karena itu diberikan secara cuma-cuma, maka terasa kurang asyik – kurang berharga. Tetapi Nabi Yahya yang diutus khusus untuk berduet memberi kesaksian tentang Mesias, dan ia telah berseru <em>“Bertobatlah”, </em>danbersaksi:<em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Lihatlah Anak Domba Tuhan. Yang menghapus dosa dunia”.</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dan Yesus telah mengkonfirmasikannya:<em> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Anak Manusia datang untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan(nyawa) bagi banyak orang”</em> (Markus 10:45).</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“</em><em>Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang&#8221; </em>(Lukas 19:10).</p>
<p style="text-align:justify;">YA, Yesus Al-Masih telah merendahkan diri-Nya untuk menyelamatkan Anda lewat kurban tebusan-Nya yang mahal; kenapa tidak Anda menemui-Nya dengan rendah hati pula? Ada masalah apa antara Anda dengan Dia?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamicinvasion.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamicinvasion.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamicinvasion.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamicinvasion.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamicinvasion.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamicinvasion.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamicinvasion.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamicinvasion.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamicinvasion.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamicinvasion.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamicinvasion.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamicinvasion.wordpress.com/873/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamicinvasion.wordpress.com/873/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamicinvasion.wordpress.com/873/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=873&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/11/03/syariat-qurban-di-hari-raya-haji-kini-patut-dipertanyakan-muslim-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6eeae6d863ea98348b2286860e4974e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islambertobat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://files.buktidansaksi.com/kurban.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://files.buktidansaksi.com/darah.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Syariat Qurban di Hari Raya Haji, Kini Patut Dipertanyakan Muslim &#8211; Bagian 1</title>
		<link>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/11/02/syariat-qurban-di-hari-raya-haji-kini-patut-dipertanyakan-muslim-bagian-1/</link>
		<comments>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/11/02/syariat-qurban-di-hari-raya-haji-kini-patut-dipertanyakan-muslim-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 08:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islambertobat</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>
		<category><![CDATA[ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[KISAH QURAN]]></category>
		<category><![CDATA[Daging Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya Korban]]></category>
		<category><![CDATA[Ibrahim mempersembahkan Korban]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha]]></category>
		<category><![CDATA[Ishak]]></category>
		<category><![CDATA[Ismail]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamicinvasion.wordpress.com/?p=869</guid>
		<description><![CDATA[Semua nabi-nabi Tuhan tahu bahwa Ishak itulah anak-yang ingin dikurbankan, tak ada ceritanya samasekali tentang Ismail yang “punah” dari sejarah. Namun tiba-tiba ALLAH SWT berwahyu-ulang 2600 tahun kemudian kepada Muhammad tentang kasus pengurbanan yang sama tetapi berbeda dalam setiap detailnya! By Kalangi Adakah dikatakan didalam Alkitab dan Al-Quran bahwa Ismael itu anak pengorbanan? Banyak Muslim belum tahu, bahwa jawabannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=869&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><img class="alignright" src="http://sdnjetis1kota.files.wordpress.com/2007/12/kurb1.jpg?w=1783&#038;h=1719" alt="" width="1783" height="1719" />Semua nabi-nabi Tuhan tahu bahwa Ishak itulah anak-yang ingin dikurbankan, tak ada ceritanya samasekali tentang Ismail yang “punah” dari sejarah. Namun tiba-tiba ALLAH SWT berwahyu-ulang 2600 tahun kemudian kepada Muhammad tentang kasus pengurbanan yang sama tetapi berbeda dalam setiap detailnya!</em></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.bacabacaquran.com/">By Kalangi</a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Adakah dikatakan didalam Alkitab dan Al-Quran bahwa Ismael itu anak pengorbanan? Banyak Muslim belum tahu, bahwa jawabannya adalah <strong>tidak ada!</strong> </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Alkitab menegaskan anak itu adalah Ishak, Ishak, dan tak lain daripada Ishak! Sebaliknya Quran ragu-ragu, dan hanya berkata dalam kekaburan bahwa anak itu adalah “anak” Ibrahim. Anak yang mana hanya Allah SWT yang tahu persis untuk diriNya, tetapi sesungguhnya telah diketahui dan diumumkan oleh Elohim  Alkitab 2600 tahun sebelum itu tanpa bantahan siapapun!<span id="more-869"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;">Kisah Ishak sebagai anak-pengorbanan telah tertulis diKitab Taurat 2600 tahun sebelum Muhammad dilahirkan. Semua nabi-nabi Tuhan tahu bahwa Ishak itulah anak-yang ingin dikurbankan, tak ada ceritanya samasekali tentang Ismail yang “punah” dari sejarah. Namun tiba-tiba ALLAH SWT berwahyu-ulang 2600 tahun kemudian kepada Muhammad tentang kasus pengurbanan yang sama tetapi berbeda dalam setiap detailnya! Tentu saja semua Muslim mengharapkan wahyu ulang ini lebih lengkap dan sempurna ketimbang kisah tua-awal (di Alkitab) yang dianggap telah terkorupsi, bahkan sesat. Akan tetapi sebaliknyalah yang terjadi! Ternyata wahyu ulangan yang dianggap sempurna dari Allah itu <strong>tidak bisa dipahami isinya<em>per se</em> oleh siapapun!</strong> Maaf, ini bukan kalimat yang didramatisir, melainkan apa fakta seobyektifnya yang dapat Anda simak sendiri tanpa prasangka. Sebab pemahaman Muslim yang ada dimasyarakat saat ini (tentang kasus penyembelihan anak Ibrahim) telah tertanam oleh sisipan tambahan diluar Quran yang dilencengkan dari kisah asli di Alkitab. Sedemikian sehingga rujukan kisahnya terbiasa difahami seperti apa yang ditanamkan, bukan seperti  apa yang <em>di-tanzilkan</em> sebagai wahyu Quranik!</p>
<p style="text-align:justify;">Namun seperti kata pepatah: <em>“The devil is in details”</em>. Setan-setan nyaman bersembunyi dibalik kekaburan sehingga ia mudah berbelit, berkelit, dan balik menfitnah. Jadi kita akan masuk kedalam details agar dapat memperlihatkan dengan sesungguhnya betapa wahyu-ulang itu sendiri total tidak masuk akal, tekor otoritas, tidak bertujuan, dan <strong>kehilangan makna ilahinya</strong> yang sejati! Mari kita baca pelan-pelan dan masuk kedalam substansi wahyu yang sewajarnya, dipetik dari <strong><em>Quran Surat 37 VS Kitab Kejadian 22:</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">100. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.</p>
<p style="text-align:justify;">101. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan <strong>seorang anak </strong>yang amat sabar.</p>
<p style="text-align:justify;">102. Maka tatkala <strong>anak itu</strong> sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim   berkata: &#8220;Hai <strong>anakku </strong>sesungguhnya aku<strong>melihat dalam mimpi</strong> bahwa <strong>aku menyembelihmu. </strong>Maka fikirkanlah<strong>apa pendapatmu</strong>!&#8221; Ia menjawab: &#8220;Hai bapakku, kerjakanlah <strong>apa yang diperintahkan kepadamu;</strong> insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">103. Tatkala keduanya telah berserah diri dan <strong>Ibrahim membaringkananaknya </strong>atas pelipis(nya),</p>
<p style="text-align:justify;">104. Dan <strong>Kami</strong> panggillah dia: &#8220;<strong>Hai Ibrahim,</strong></p>
<p style="text-align:justify;">105. sesungguhnya kamu telah <strong>membenarkan mimpi itu<sup> </sup></strong> sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang <strong>berbuat baik</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">106. Sesungguhnya ini <strong>benar-benar</strong> suatu <strong>ujian</strong> yang <strong>nyata.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">107. Dan <strong>Kami tebus</strong> <strong>anak itu</strong> dengan (seekor ) <strong>sembelihan yang besar</strong></p>
<p style="text-align:justify;">108. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,</p>
<p style="text-align:justify;">109. (yaitu)&#8221;Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Apa yang dapat Anda lihat?</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>Pertama<br />
</strong></em>Benar, tak ada muncul nama “Ismail” disitu sebagai anak sembelihan. Kosong! Dan dimanapun di Quran, nama anak-pengurbanan itu dikosongkan oleh Muhammad. Yang ada disebut cuma “<strong>sang anak”.</strong>Tentu hal semacam ini bukan hal yang kebetulan, melainkan dengan sengaja atau terpaksa. <strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Muhammad dan juga sahabat-sahabatnya sejak semula belum ada yang mampu membaca Alkitab Ibraninya orang Yahudi. Maka tidak ada yang berani mengklaim atau memastikan itu Ishak atau Ismail. Padahal, jikalau Quran betul wahyu yang didatangkan dari Surga untuk “mengoreksi dan menyempurnakan” Alkitab yang telah tercemar oleh dunia dengan memeteraikan nama Ishak, maka pastilah Allah SWT harus mengumumkan nama Ismail tegas-tegas, bahkan tanpa ragu-ragu perlu memberi maklumat keras: “Salah! Sang anak-kurban adalah Ismail, bukan Ishak seperti yang dipalsukan di Kitab–kitab lain!”</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi Wahyu Islamik tak sanggup bersitegas sejauh itu. Tak ada otoritas apapun yang mendukungnya. Soalnya Muhammad telah mengadopsi sesuatu yang fatal seperti yang diutarakan dalam Hadis Shahih Bukhari Volume 4, buku 55, nomor 583. Disitu dikisahkan betapa Hagar dan Ismail telah terusir dan terpisah total dari Ibrahim sejak Ismail masih menyusu, dan baru <strong>setelah Ismail menikah</strong> maka ia baru bertemu kembali dengan ayahnya lewat perjalanan bolak-balik yang ketiga dari Palestina ke Mekah! Ini sekaligus mematikan spekulasi  para ahli Islam yang mencoba mengklaim anak-kurban itu Ismail, karena “Ismail” yang akan dikurbankan itu hanyalah anak yang menginjak remaja, belum menikah. Semua kisah-kisah akan berbenturan dalam detailnya, khususnya detail “waktu”, apabila Ismail mau dipaksakan menjadi “anak-kurban”.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, Tuhan pasti tidak asal sembarangan memilih “anak-kurban” yang hendak dipersembahkan kepada-Nya. Muslim hanya beranggapan bahwa Ismail itu anak sulung, dan karenanya dia yang layak dipilih Allah. SALAH! Anak pilihan (the chosen son) bukannya soal anak sulung, tetapi soal “anak-ahli-waris” atau bukan. Tentu anak gundik tak akan menjadi ahli waris sepanjang istri pertama, Sara, itu “sah permaisuri” bagi Abraham. Itu sebabnya Ishak mendapatkan segala warisan ayahnya Abraham, tetapi anak-anak gundik Abraham hanya mendapatkan sekedar pemberian, dan dipisahkan tempat mereka dengan Ishak. Ini semua terjadi ketika Abraham masih hidup (Kejadian 25:5-6).</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi bukan saja Abraham yang menetapkan Ishak sebagai ahli warisnya, namun dimata Tuhan, Ia sendiri malahan menetapkan Ishak  sebagai anak tunggal, artinya satu-satunya anak Abraham yang sejati! (Kejadian 22:2, 16). Ini adalah soal ketetapan Tuhan, sama halnya dengan Qabil &#8211;walau ia anak sulung Adam&#8211; namun ia tidak dipilih dan ditetapkan Tuhan, melainkan adiknya Habil yang dipilih Tuhan! (Kejadian 4:4-5, Qs.5:27).</p>
<p style="text-align:justify;">Anak Abraham yang sejati adalah dan hanyalah <strong>anak-perjanjian</strong> yang Tuhan janjikan untuk diberikan kepada Abraham, Sara, dan Ishak sendiri (Kejadian 17: 16-17, 19, 21, 21:1dll.). Anak tersebut bahkan sudah ditandai oleh Tuhan sendiri dengan<strong> tanda</strong> <strong>mukjizatnya </strong>kepada Sara yang sudah tua dan mati haid. (Kejadian 18: 11-14). Muhammad malahan mengungkapkan bahwa Ishak &#8211; dan bukan Ismail &#8211; yang lahir lewat <strong>tanda-ilahi </strong> yang menerobos kemandulan Sara lewat kunjungan para malaikat ketempatnya. Malaikat menyampaikan kabar gembira bahwa Ishak-lah yang  ditetapkan oleh Allah dan dijadikan keturunan kenabian dan Alkitab (Qs.11:70- 73, 29:27). Allah tegas bersabda, <em>“yang akan disebut keturunanmu (Abraham) ialah yang berasal dari Ishak</em>” ( Kejadian 21:12).</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Maka dihadapan Allah, Ismail bukanlah betul-betul keturunan Abraham yang hakiki, melainkan seorang “anak-rekayasa” kedagingan hasil akal-akalan Sara yang (dalam keputus-asaannya menanti datangnya anak-perjanjian)  justru menyodorkan budaknya kepada Abraham demi untuk mendapatkan anak!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Walau demikian Tuhan yang Mahakasih tetap mengasihi anak hasil sodoran ini. Namun Ismail tidak pernah merupakan anak-perjanjian Tuhan, dan keturunannya tidak  benar-benar disebut sebagai “keturunan Abraham”, berlainan dengan istilah dan pengertian muluk <em>(political correct)</em> yang dunia tetapkan kepada mereka:</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>“</em><em>Dan Abraham berkata kepada Allah: &#8220;Ah, sekiranya Ismaeldiperkenankan hidup di hadapan-Mu!&#8221;  Tetapi Allah berfirman: &#8220;<strong>Tidak,</strong>melainkan isterimu <strong>Sara-lah</strong> yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia <strong>Ishak</strong>, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi <strong>perjanjian yang kekal</strong>untuk keturunannya”</em> (Kejadian 17:18-19).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tuhan mempertegas ketetapan ini dengan menampik Ismail dengan “TIDAK” dan hanya menyebut Ishak dari jalur Abraham- Sara sebagai “anak tunggal” Abraham. Padahal semua orang tahu bahwa Ishak bukanlah anak sulung secara kedagingan (dalam bahasa biasa kita), sebab hanya anak sulung-lah yang bisa menjadi anak tunggal ketika adiknya belum lahir.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Kedua</em></strong><br />
Ibrahim samasekali tidak diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih anaknya (seperti yang dipercayai Muslim), melainkan ia <strong>hanya bermimpi</strong><strong>horror</strong>, tentang sesuatu yang menyeramkan tetapi tanpa ada kaitan apapun dengan Allah! Ia bermimpi tentang penyembelihan anaknya (!) tanpa hujan dan angin yang mendasarinya. Maka Ibrahimpun gelisah dan bingung, sehingga mengutarakan mimpinya dan sekaligus minta pendapat kepada anaknya yang walau masih belum dewasa. Tentu saja sang anak (yang sabar itu) lebih bingung dan mempersilahkan apa maunya bapaknya terhadap dia.  Sang anak dikatakan sangat sabar, sebenarnya yang tepat adalahsangat bodoh, karena tidak bereaksi atas sesuatu yang jelas-jelas berbahaya bagi dirinya dan ayahnya, bahwa mimpi itu jahat dan bahkan sesat , sebab ALLAH MUSTAHIL membiarkan –apalagi memerintahkan—pembunuhan seorang anak oleh ayahnya yang nabi pula. Ini tidak main-main seperti yang Muslim enteng-entengkan, ini  suatu <strong>kekejian </strong>yang paling fatal yang dapat dilakukan oleh seorang Allah. Mustahil, dan YAKIN bahwa mimpi semacam itu pasti bukan datang dari Allah, melainkan dari SETAN, untuk mengkacaukan semua.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Teman Muslim berdalih, O, itu karena Allah mau menguji iman Ibrahim. <strong>Salah besar!</strong> Tak ada Allah yang menyuruh orang membunuh lewat mimpi demi untuk mengetahui imannya. Allah sudah paling tahu iman Ibrahim, <strong>dan</strong> Allah punya sejuta cara lainnya untuk menguji  iman seseorang tanpa usah menentang Hukum Allah sendiri tentang pembunuhan!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Ingat bahwa sebelumnya Abram (nama lamanya) telah “gagal-iman” terhadap janji Tuhan. Ia (bersama Sarai, nama lama isterinya) tidak tegar dan tidak sabar menunggu kelahiran “anak-perjanjian” sehingga menyetubuhi Hagar. Kini Tuhan kembali meneguhkan iman Abraham (nama baru) dengan mengadakan <em>perjanjian-<strong>yang kekal</strong> untuk Ishak dan keturunannya”</em> (Kej.17:18, 19). Maka Abraham telah tahu bahwa ia akan mempunyai Ishak, dan Ishak akan mempunyai keturunan seterusnya. Sekalipun sepertinya Tuhan tetap men-test Abraham, tetapi itu hanyalah dilakukan <strong>demi mendidik Abraham </strong>untuk tetap kokoh mengutamakan kasih kepada Tuhan ketimbang anak yang paling dikasihinya!</p>
<p style="text-align:justify;">
Akan tetapi <strong>agenda terbesar </strong>dari seluruh peristiwa itu adalah untuk menampilkan maksud maha-besar Tuhan dibalik drama “perintah-pengorbanan” itu. Yaitu penggambaran akan <strong>konsep korban penebusan</strong> yang Tuhan sediakan bagi keselamatan seluruh umat manusia, dan samasekali bukan menampilkan per-syariatan untuk sesaat menyedekahi daging kurban pada Hari Raya Qurban! Kita akan mengupasnya nanti.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bandingkan mimpi Ibrahim di Quran dengan perintah langsung dari Tuhan Alkitab kepadanya. Mimpi bisa rancu, meragukan, malahan ngawur, karena one-way, tidak mendapat konfirmasi balik; namun perintah Tuhan langsung memperlihatkan keotentikan dan otoritas-Nya disamping dapat diresponse secara timbal balik:</p>
<p style="text-align:justify;">
<em>“Setelah semuanya itu Elohim  mencoba (test) Abraham. Ia berfirman kepadanya: &#8220;Abraham,&#8221; lalu sahutnya: &#8220;Ya, Tuhan” (response balik Abraham). Firman-Nya: &#8220;Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, <strong>pergilah</strong> ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai <strong>korban bakaran</strong> pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.&#8221; </em>(Kejadian 22:1-2).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><img class="alignnone" src="http://files.buktidansaksi.com/offering.png" alt="" width="349" height="519" /></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Malaikat YAHWEH melarang Abraham yang telah siap untuk menyembelih anaknya Ishak</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Lihat 4 frase perintah Tuhan Alkitab yang tegas disini:</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Tuhan memanggil, “Abraham”, dan dijawab: “Ya, Tuhan” (klik konek dengan Tuhan)</li>
<li> “ambillah anakmu yang tunggal … Ishak …” (tak ada yang lain, hanya Ishak, yang difahami oleh Abraham, Yakub, Musa, dan semua nabi selama 2600 th)</li>
<li> “pergilah …” (perintah tegas)</li>
<li>“persembahkanlah dia sebagai korban bakaran…” (ada ritual, bukan asal bunuh dan sembelih)</li>
<li>“ketanah Moria…pada salah satu gunung…. (persis lokasinya)</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Dan kelak keseluruhan maksud Elohim dengan perintah ajaib ini akan menjadi terang benderang sekaligus mengagumkan!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Bandingkan dengan “wahyu” kepada Muhammad yang rancu: </strong><strong> </strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li> “Hai anakku” (siapa? kenapa tak berani tambah kata ”Ismail”? bersiasat kata?)</li>
<li> “aku mimpi menyembelihmu” (menyeramkan! apa nggak datang dari setan? so what? mimpi kan bukan perintah?)</li>
<li>“fikirkanlah apa pendapatmu” (bingung dalam kerancuan, dan berbalik dengan menyerahkan kepada anak yang baru mau remaja tentang pembunuhan  terhadap dirinya?…).</li>
<li> Membaringkan anaknya dimana? Di Mekah?</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Jadi tampak terdapat perbedaan pewahyuan keduanya dalam semua segi, antara wahyu asli surga versus dongengan yang diulang-ulang hasil dengar-dengaran &#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Ketiga</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Lihat bahwa seluruh narasi surat ini tidak berbicara tentang kurban bagi Allah.<br />
Dan ayat 103 adalah lompatan WAHYU yang tidak bisa difahami orang, kok tiba-tiba  kedua anak-beranak ini setuju bahwa sang ayah membaringkan anaknya. Tidak diwahyukan APA PERLUNYA  anak itu untuk dibaringkan. Quran bertambah gagal menerangkan penyembelihan itu karena tidak ada pisau atau peralatan apapun lainnya yang diikut sertakan, <em>kecuali pembaringan saja</em>! Padahal semua persiapan  dan alat-alat untuk<strong>mempersembahkan kurban</strong> telah disebut lengkap 2600 tahun sebelumnya dalam Alkitab, termasuk pisau, kayu, api, dan mendirikan mezbah (tempat meletakkan kurban), dan kurbannya sendiri diletakkan diatas kayu api. Itu adalah  aturan baku sejak dari Kain dan Habel dan Nuh (lihat Kejadian 8:20), Abraham, Ishak, Yakub, sampai kepada Musa dan lain-lain nabi seterusnya untuk melaksanakan sebuah persembahan kurban yang layak  bagi Tuhan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Jelas Muhammad tidak tahu apa itu <strong>Mezbah</strong> dan apa itu prosedur persembahan kurban yang layak bagi Tuhan. Alkitab mengungkapkan tidak kurang dari 400 kali apa dan bagaimana itu mezbah (bahasa Ibraninya<strong><em>mizbeah</em></strong>). Itu artinya “tempat pemotongan”, yang khusus untuk melaksanakan ritual persembahan penyembelihan dan pembakaran binatang kurban. Itu dikenal oleh semua nabi-nabi Tuhan kecuali Muhammad seorang! Mezbah dibangun tidak asal-asalan, melainkan dengan susunan batu, kayu, atau tanah, bahkan tembaga atau emas. Ia juga tidak dibangun disembarangan tempat pemukuman umum, melainkan ditempat pilihan khusus dimana kontak antara manusia dengan ilahi telah atau diharapkan akan terjadi!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><em>“</em><em>Kaubuatlah bagi-Ku mezbah dari tanah dan persembahkanlah di atasnya korban bakaranmu dan korban keselamatanmu, kambing dombamu dan lembu sapimu. Pada setiap tempat yang Kutentukan menjadi tempat peringatan bagi nama-Ku, Aku akan datang kepadamu dan memberkati engkau” (Keluaran 20:24). </em></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Abraham dalam sejarah perjalanannya yang panjang dari <em>Ur Kasdim</em> hingga<em>Haran </em>dan <em>Kanaan</em>, tercatat mendirikan sejumlah mezbah bagi Tuhan khususnya ditempat-tempat perjumpaannya atau pengalaman spiritualnya dengan Tuhannya. Misalnya  di <em>More</em> dekat Sikhem dimana Tuhan menampakkan diri. Juga diantara <em>Betel</em> dan <em>Ai,</em> ditempat dimana ia memanggil nama YAHWEH (awas, bukan nama ALLAH, Kejadian 12: 6-8). Atau kini ditanah <em>Moria</em> yang telah Tuhan tentukan sebelumnya. Mezbah itu adalah penghormatannya yang paling tinggi yang dapat dia dirikan untuk dipersembahkan kehadapan Tuhannya bersama korban bakaran diatasnya! Abraham tidak mengenal tipe “bait-bait” yang lain untuk dia bersembah kepada Tuhannya! Tetapi Muhammad yang tidak tahu apa itu mezbah dan apa ritual persembahan korban yang layak, malah mendongengkan tipe “mezbah-pembaringan” bagi anak Ibrahim, tanpa pisau, kayu, dan api pembakaran.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dan kelak Muhammad makin berani <em>menspekulasikan </em>Ibrahim pergi ke tanah Arab untuk turut membangun Rumah Tuhan&#8211;Baitullah disana,<em>&#8220;Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun (untuk tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah)…”</em> (Qs.3:96)<em>.</em><em> </em>Tetapi rumah-sembah macam apakah itu Baitullah? Selama hidupnya Abraham hanya mengenal dan membangun altar Mezbah, bukan “bait-baitan” lain semisal untuk tempat kumpulan manusia-manusia beribadat, melainkan tempat dia sekeluarga mau mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhannya! Tetapi lihatlah betapa nekad-nya Muhammad yang kebablasan berspekulasi membuali pengikutnya yang bodoh dan mau ditipu mentah-mentah:</p>
<p style="text-align:justify;">
<em>Periwayatan Abu Dhar: &#8220;Aku berkata, &#8220;O Rasulullah, masjid mana yang pertama dibuat didunia ini?. Dia berkata, &#8220;Al-Masjid Al Haram (di Mekah)&#8221;. Aku berkata, &#8220;Mana yang dibangun setelah itu?&#8221;. Dia menjawab, &#8220;Al-Masjidil Al-Aqsa (di Yerusalem)&#8221;. Aku berkata, &#8220;Berapa jangka waktu antara pembangunan kedua bangunan itu?&#8221; Dia berkata, <strong>&#8220;Empat puluh tahun&#8221;</strong></em> (Shahih Bukhari 5/585).</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>NB.</strong> Padahal arkeologi dan sejarah mencatat selisih keberadaan Ibrahim (yang dipercaya membangun Baitullah Mekah) dan Raja Solomo (yang membangun Bait Yerusalem) adalah <strong>seribu tahun!</strong> Dan manakah yang lebih pertama dibangun oleh Ibrahim: Mezbah di Sikhem (tatkala Abraham masih berumur 75-an) ataukah membangun Baitullah-Mekah bersama anaknya Ismail (tatkala Ibrahim berumur sekitar 100 tahun)?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kita rekapitulasi sebagian dongengan Muhammad:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tampaknya Muhammad berusaha “merangkul” sosok Ibrahim (dan Ismail) dan menjadikannya sebagai Bapa Islam yang memulai ritual-islami. Maka terjadilah pendongengan yang terbesar dalam sejarah seolah Muhammad (dari garis keturunan Ismail) adalah <em>penegak agama Ibrahim yang lurus</em>(Qs.6:161, 3:95 dll). Tetapi, seperti yang  telah dikatakan dimuka, bahwa dihadapan Tuhan Ismail bukanlah betul-betul keturunan Abraham yang hakiki. Kini fakta bertambah bahwa Muhammad tidak tahu apa-apa tentang mezbah Abraham, walau Alkitab telah menyebutkan istilahnya sebanyak 400 kali! Kapan Muhammad mendirikan ritual korban bakaran diatas mezbah seperti yang dilakukan Abraham? Kapan Muhammad memanggil Tuhan dengan nama YAHWEH seperti yang diserukan oleh Abraham (Kejadian 12:8). Dan betapa ngawurnya Muhammad berbual tentang pembangunan Baitullah dan Al-Aqsa, serta perjalanannya ke Mekkah menemui anaknya Ismail yang entah sudah jadi Nabi atau belum? Entahlah kapan dia ditahbiskan Muslim menjadi nabi! Di Mekkah, sang ayah ini tidak mendirikan mezbah maupun mempersembahkan korban bakaran, bahkan tidak melakukan apapun kecuali mengintervensi keluarga Ismail! Sang ayah yang Nabi itu MESTINYA pertama-tama mendamaikan hubungan suami-istri anaknya yang tampaknya tidak harmonis, namun ternyata Ibrahim justru mengisyaratkan agar Ismail menceraikan isterinya! (Shahih Bukhari 4/55/583). Nabi Besar betulan atau hasil fantasi Muhammad? Dan adakah Ibrahim itu pernah melakukan (atau menyerukan orang) untuk memuja dan mencium itu Batu-Hitam Ka’bah seperti yang Muhammad contohkan?!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Semua-muanya ini, ditambah dengan kenyataan bahwa Muhammad tidak pernah disunat ala Abraham, MAKA atas dasar apakah Muhammad itu bisa-bisa membual-kan dirinya sebagai penegak <em>“agama Ibrahim yang lurus”</em>?! Apanya agama Ibrahim yang dia tegakkan? Dan apanya yang lurus?! Semuanya telah bengkok, dijungkir-balik, dikosongkan, dan dibualkannya! Ini adalah sebuah unjuk kenekatan spekulasi yang luar biasa dari pihak Muhammad, demi mencoba menghilangkan setting Israel dan Yudaisme agar mulus menjadi Islam dalam setting Arab (re: kisah Ibrahim-Ismail, Baitullah, kiblat shalat, puasa Ashura, dll). Kita tidak heran bilamana hal itu bisa mengkelabui orang-orang Arab jaman dahulu yang gila dongengan 1001 malam, namun para Muslim yang bernalar universal saat ini tentu harus mempersoalkan kembali dongengan yang membodohi!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Keempat</em></strong><br />
Menyusuri ayat 104, 105 dan 106, para pembaca Quran pasti dibuat kaget ketika kedua ayah dan anak<strong> </strong>itu sedang nyaman berserah diri (!)<strong> </strong>dan sang anak  sedang<strong> berbaring</strong>, tetapi tiba-tiba<strong> </strong>datang<strong> suara teriakan </strong>(dari langit?):</p>
<p style="text-align:justify;">
“Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah <strong>membenarkan mimpi itu</strong> sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang <strong>berbuat baik</strong>. Sesungguhnya ini benar-benar suatu <strong>ujian</strong> yang<strong>nyata…</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tidakkah ini  kalimat-kalimat yang lucu, berantakan, dan tak masuk akal? Yang kehilangan otoritas sebagai sebuah wahyu korektif atas apa yang sudah diwahyukan 2600 tahun sebelumnya?</p>
<p style="text-align:justify;">
Tak ada narasi apapun bahwa Ibrahim siap-siap untuk membunuh, tak ada apa-apa yang kritis dan genting, tiba-tiba ada teriakan Allah? Anehnya teriakan itu SAMASEKALI BUKAN (membantah dongengan umum Muslim) teriakan langsung Allah SWT untuk <strong>menyetop</strong> (menghentikan) TINDAKAN genting Ibrahim terhadap sang anak. Yang Ibrahim lakukan cuma membaringkan anaknya itulah! Teriakan Allah malahan hanyalah sekedar pujian belaka kepada Ibrahim, yang mana samasekali lepas dari konteks drama kritis penyembelihan.  Ternyata Allah hanya mencoba meyakinkan Ibrahim yang kebingungan. Dan untuk itu Allah sampai perlu menekankan kata SESUNGGUHNYA sampai tiga kali,</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Sesungguhnya Ibrahim telah membenarkan mimpi Ibrahim sendiri</li>
<li>Sesungguhnya perbuatan Ibrahim (yang mau membunuh anaknya??) itu adalah perbuatan baik! Sehingga Ibrahim akan mendapat balasan Allah.</li>
<li>Sesungguhnya kejadian ini (atau mimpi ini?) adalah sungguh dan benar suatu ujian yang nyata.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tetapi tiga kata “sesungguhnya” yang begitu royal diucapkan oleh Allah SWT itu justru bisa lebih mengacaukan ketimbang meyakinkan.<strong>  </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebab membenarkan mimpi Anda sendiri untuk membunuh anak Anda sendiri<strong>tanpa pasal apapun  itu </strong> apakah itu SUATU IMAN dan PERBUATAN BAIK yang dibenarkan Islam? Adakah Muhammad atau para sahabatnya yang andaikata bermimpi menggorok leher anaknya, lalu benar-benar akan menggoroknya atas nama Allah? Atas dasar apakah maka mimpi membunuh anak itu boleh menjadi suatu perintah <em>wajib</em> bagi Ibrahim? Dan apakah dengan narasi yang hanya berdasarkan 10 ayat Allah diatas , ada orang Muslim beriman yang dapat menyimpulkan bahwa mimpi demikian itu adalah sebuah TESTING IMAN dari Allah? Tidakkah itu justru lebih mungkin testing dari Setan?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tampaknya Muhammad dan Muslim lupa bahwa untuk mimpi-mimpi yang dianggap sebagai wahyu teramat penting maka Tuhan akan selalu menjelaskannya lewat malaikat, atau akan dinyatakan <em>berkali-kali</em> dengan konfirmasi (lihat mimpi nabi Yusuf dikonfirmasi 2x, Firaun 2x, Petrus 3x dan dikonfirmasi balik 1x, dll). Ini semua agar wahyu-sorga tidak terbaur dengan mimpi fantasi dunia maya. Bagaimanapun, Mahatahu dan Mahadaya cipta Allah tidak akan memilih moda-komunikasi yang begitu kerdil, rancu dan rentan salah paham, untuk menyampaikan sebuah message Tuhan yang terbesar  bagi umat manusia, lewat Abraham, Bapa Bangsa-bangsa dan Nabi yang digelar Sahabat Elohim.  <strong><em>(BERSAMBUNG)</em></strong><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamicinvasion.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamicinvasion.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamicinvasion.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamicinvasion.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamicinvasion.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamicinvasion.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamicinvasion.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamicinvasion.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamicinvasion.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamicinvasion.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamicinvasion.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamicinvasion.wordpress.com/869/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamicinvasion.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamicinvasion.wordpress.com/869/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=869&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/11/02/syariat-qurban-di-hari-raya-haji-kini-patut-dipertanyakan-muslim-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6eeae6d863ea98348b2286860e4974e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islambertobat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sdnjetis1kota.files.wordpress.com/2007/12/kurb1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://files.buktidansaksi.com/offering.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Lucifer=ALLAH=Sang Bulan Bintang=Hilal Bin Sahar</title>
		<link>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/10/18/luciferallahsang-bulan-bintanghilal-bin-sahar/</link>
		<comments>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/10/18/luciferallahsang-bulan-bintanghilal-bin-sahar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 06:46:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>islambertobat</dc:creator>
				<category><![CDATA[ALLAH]]></category>
		<category><![CDATA[MUSLIM]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan Bintang]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal Bin Sahar]]></category>
		<category><![CDATA[Lucifer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://islamicinvasion.wordpress.com/?p=867</guid>
		<description><![CDATA[Di Alkitab Indonesia, nama Hilal bin Sahar ini disebut sebagai sang bintang Timur, putra Fajar. Dalam Alkitab bahasa Inggris (King James Version) disebut sebagai Lucifer. Hilal adalah kata Arab, Armaik, Ibrani yang berarti terang dan juga bulan sabit (crescent moon). Sedangkan Sahar berarti fajar atau bintang pagi. Dengan begitu, Hilal bin Sahar tidak lain adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=867&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://secretofquran.files.wordpress.com/2011/10/lusifer-sang-bulan-bintang.jpg"><img title="Lusifer Sang Bulan Bintang" src="http://secretofquran.files.wordpress.com/2011/10/lusifer-sang-bulan-bintang.jpg?w=541&#038;h=568" alt="" width="541" height="568" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Di Alkitab Indonesia, nama Hilal bin Sahar ini disebut sebagai sang bintang Timur, putra Fajar. Dalam Alkitab bahasa Inggris (King James Version) disebut sebagai <strong>Lucifer</strong>. Hilal adalah kata Arab, Armaik, Ibrani yang berarti terang dan juga bulan sabit (crescent moon). Sedangkan Sahar berarti fajar atau bintang pagi. Dengan begitu, <strong>Hilal bin Sahar</strong> tidak lain adalah : <strong>Sang Bulan Bintang = ALLAH.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/islamicinvasion.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/islamicinvasion.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/islamicinvasion.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/islamicinvasion.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/islamicinvasion.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/islamicinvasion.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/islamicinvasion.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/islamicinvasion.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/islamicinvasion.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/islamicinvasion.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/islamicinvasion.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/islamicinvasion.wordpress.com/867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/islamicinvasion.wordpress.com/867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/islamicinvasion.wordpress.com/867/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=islamicinvasion.wordpress.com&amp;blog=10670073&amp;post=867&amp;subd=islamicinvasion&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://islamicinvasion.wordpress.com/2011/10/18/luciferallahsang-bulan-bintanghilal-bin-sahar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6eeae6d863ea98348b2286860e4974e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">islambertobat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://secretofquran.files.wordpress.com/2011/10/lusifer-sang-bulan-bintang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lusifer Sang Bulan Bintang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
